Perusahaan Peramal Cuaca Swasta Jepang Incar Pasar Indonesia
Selama lima tahun terakhir ini diakuinya baru melakukan penelitian mengenai cuaca yang ada di Indonesia, luas sekali dari Sabang sampai Merauke.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perusahaan peramal cuaca swasta Jepang yang paling terkenal Weathernews, Inc. (WNI), mengincar pasar Indonesia meskipun sudah membuka kantor sejak tahun 2014.
"Kita sudah buka kantor perwakilan sejak tahun 2014," papar Masaru Ishikawa, Forecast Center Group Leaderkhusus kepada Tribunnews.com siang ini (17/10/2019).
Selama lima tahun terakhir ini diakuinya baru melakukan penelitian mengenai cuaca yang ada di Indonesia, luas sekali dari Sabang sampai Merauke.
"Kita masih mencari partner untuk kerjasama usaha di Indonesia nantinya," tambahnya lagi.
WNI sangat berkembang baik sekali di Jepang saat ini dengan sedikitnya 2,5 juta pelanggan perorangan dan 2500 pelanggan perusahaan di segala bidang.
Bukan hanya customernya perusahaan terkait cuaca seperti perusahaan penerbangan, tetapi bahkan sampai ke perusahaan pengangkut minyak, petikemas, bahkan juga perusahan kue atau es sekali pun.
Dengan mengetahui cuaca dengan pasti, misalnya besok udara akan sangat panas, maka perusahaan es menjual esnya akan sangat laris sekali di cuaca yang sangat panas yang telah diberitahu oleh WNI sehari sebelumnya sehingga bisa persiapan produksi es lebih baik lagi.
"Terhadap datangnya bencana alam juga bisa diantisipasi lebih baik lagi oleh masyarakat yang menjadi pelanggan WNI," tambah Ishikawa lagi.
Misalnya akan datang bencana yang pasti akan menghantam tempatnya, maka sehari sebelumnya masyarakat bisa merencanakan berbagai hal termasuk ke mana harus mengungsi.
"Demikian pula apa yang mesti dilakukan untuk menghadapi datangnya bencana nantinya karena telah kita beritahu satu dua hari sebelumnya berbagai kemungkinan yang umumnya hampir pasti ramalan kita."
Kepastian ramalan cuaca yang dilakukan WNI juga berkat kerjasama semua pihak di masayarakat mengirimkan berbagai foto awan di lokasi masing-masing anggota berada sehingga peramal cuaca bisa lebih tepat lagi melakukan ramalan cuaca.
"Partisipasi semua pihak membuat kepastian lebih tinggi mengenai ramalan cuaca. Kita berbagai informasi sehingga berguna bagi kita semua banyak orang," tambah Ishikawa lagi.
Sementara itu Yuria Yasui dari bagian humas WNI juga memperlihatkan data WNI yang praktis bulan September lalu 87% mendekati kepastian dibandingkan peramal cuaca lainnya di Jepang.
Ketepatan ramalan cuaca WNI juga dilengkap dengan berbagai alat sensor yang bertebaran di berbagai tempat di Jepang jumlah alat bertebaran ke sekitar 13.000 lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masaru-ishikawa-nih2.jpg)