Kamis, 14 Mei 2026

Perusahaan Peramal Cuaca Swasta Jepang Incar Pasar Indonesia

Selama lima tahun terakhir ini diakuinya baru melakukan penelitian mengenai cuaca yang ada di Indonesia, luas sekali dari Sabang sampai Merauke.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Masaru Ishikawa, Forecast Center Group Leader (kiri) dan Naoko Taki, terrestrial Phonomena Center (kanan) dari Weathernews, Inc. (WNI). 

Setiap hari WNI meramal cuaca khususny abagi 13.000 penerbangan yang ada di dalam Jepang. Perusahaan ini didirikan di Jepang sejak Juni 1986 dengan modal setor usaha 1,7 miliar yen dan nilai penjualan kini 17,05 miliar yen dioperasikan oleh 1012 karyawan per Mei 2019.

Selain markasnya yang ada di Makuhari Chiba, perusahaan WNI punya pusat peramalan juga di Paris, Kopenhagen, Amsterdam, Oklahoma. Yangon, dan Manila.

Ramalannya dipakai untuk perusahaan yang bergerak di darat, laut dan udara, di semua lini kehidupan manusia saat ini dan semakin berkembang pesat karena bisa tahu lebih dulu kapan datangnya hujan deras beberapa jam sebelumnya serta kepastian di mana lokasi pasti hujan deras akan tiba hanya satu dua jam sebelumnya.

Bagi swasta pun mendapatkan penghasilan miliaran yen per tahun tampaknya keberhasilan karena menggunakan jasa WNI tersebut pula yang berlangganan informasi ramalan cuaca dengan biaya skeitar 100.000 yen per bulan atau sekitar 1,2 juta yen per tahun, tidaklah ada artinya dibandingkan sales perusahaan mencapai miliaran yen per tahun.

Satu perusahaan ramalan cuaca yang sangat tepat dan saat ini sangat dipercaya pula oleh banyak warga Jepang di mana pun berada.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved