Kakek di Jepang Tak Ditahan Usai Menabrak 2 Orang Hingga Tewas, Siapa Orang Kuat di Baliknya?

Pengaruh orang kuat rupanya masih berlaku saat ini untuk melindungi pelaku yang menabrak dan mengakibatkan kematian dua orang dan tidak ditahan.

Kakek di Jepang Tak Ditahan Usai Menabrak 2 Orang Hingga Tewas, Siapa Orang Kuat di Baliknya?
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kozo Iizuka (87), mantan Direktur Institut Teknologi Industri, Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang (kiri) dan mobilnya yang menabrak 2 korban meninggal tanggal 19 April 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya 2 orang (Mana Matsunaga, 31 tahun dan putrinya Reiko-chan 3 tahun serta 9 orang terluka parah) 19 April 2019 di persimpangan Ikebukuro Toshima-ku, Tokyo, membuat penasaran warga Jepang.

"Bagaimana mungkin pengendara yang membuat celaka dan 2 orang meninggal sejak April hingga detik ini tidak pernah ditahan?" ungkap Kitagawa, seorang warga Tokyo kepada Tribunnews.com, Sabtu (16/11/2019).

Berbagai media Jepang termasuk televisi juga memberitakan hal serupa dan mantan Wali Kota Osaka, Toru Hashimoto yang juga pengacara profesional Jepang mengomentari hal itu.

"Lepas dari dia harus ditahan atau tidak, semua hukum di Jepang harus dijalankan dengan benar, tegas, tanpa pandang bulu, serta adil," kata dia.

Penabrak, Kozo Iizuka (88) hanya dirawat di rumah sakit setelah kecelakaan dan setelah ke luar rumah sakit diinterogasi kepolisian lalu boleh pulang.

Kozo Iizuka (87), mantan Direktur Institut Teknologi Industri, Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang (kiri) dan mobilnya yang menabrak 2 korban meninggal tanggal 19 April 2019.
Kozo Iizuka (87), mantan Direktur Institut Teknologi Industri, Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang (kiri) dan mobilnya yang menabrak 2 korban meninggal tanggal 19 April 2019. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Umumnya kecelakaan yang ada di Jepang selama ini, pelaku apalagi sampai meninggal, dipastikan ditahan pihak kepolisian dan atau kejaksaan Jepang sambil menunggu keputusan pengadilan.

Namun tidak terjadi bagi Iizuka dan banyak dipertanyakan masyarakat Jepang.

Posting-posting chatting di media sosial yang menjelekkan dan mengarah kepada keluarganya mendadak juga terhapus tak bisa ditemukan lagi.

"Pasti ada anggota keluarganya orang berpengaruh, misalnya kuat pengaruh di pihak kejaksaan Jepang atau kepolisian Jepang atau di bidang pengacara Jepang," lanjut sumber Tribunnews.com.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved