Yahoo Jepang dan Line Merger Mulai Oktober 2020, Targetkan Terbesar di Asia

Sebagai internet provider, cashless payment, pengiriman pesan (email), search engine dan sebagainya, Yahoo memiliki sedikitnya 50 juta members.

Yahoo Jepang dan Line Merger Mulai Oktober 2020, Targetkan Terbesar di Asia
Richard Susilo
CEO Yahoo Japan Kentaro Kawabe (kiri) dan CEO Line Japan, Takeshi Idesawa (kanan) mengumumkan merger kedua perusahaan Senin sore ini (18/11/2019). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yahoo Jepang mengumumkan merger dengan Line Jepang Senin sore ini (18/11/2019) dan setelah semua prosedur dilalui direncanakan terealisasi Oktober 2020.

"Kita akan berusaha menjadi yang terbesar di Jepang dan di Asia. Tentu ada saingan pula di China," papar CEO Z Holdings Yahoo Japan Kentaro Kawabedalam jumpa persnya sekitar jam 17:00 waktu Jepang Senin ini (18/11/2019).

Sebagai internet provider, cashless payment, pengiriman pesan (email), search engine dan sebagainya, Yahoo memiliki sedikitnya 50 juta members.

Sedangkan Line Jepang memiliki 82 members. Sedangkan Line di Thailand terbesar dengan 45 juta members, kedua terbesar adalah Line di Indonesia 16 juta member, dan Line di Taiwan sebanyak 21 juta members.

"Senang bisa bergabung dengan Yahoo Jepangdan berharap kita bisa menyebar ke dunia dan membantu memecahkan masalah sosial dunia dnegan pelayanan internet kita bersama," ungkap CEO Line Japan, Takeshi Idesawa.

 Keduanya berharap bisa menjadi satu tim yang snagat kuat khususnya di Asia dan Jepang sehingga nantinya bisa menjadi lebih kuat lagi menyaingi usaha serupa dari China maupun Amerika yang terkenal dengan kelompok Google-Amazon-Facebook dan Apple (GAFA).

Sales Yahoo Jepang sebesar

Sales keduanya diperkirakan mencapai  1,16 triliun yen. Memang masih jauh dibandingkan satu hari sales Alibaba yang tanggal 11 November lalu mencapai sales sehari 4 triliun yen dalam acara promosi spesialnya.

Sebagai perbandingan sales Amazon saja mencapai 25 triliun yen.

Sementara itu big bos Yahoo yaitu pemilik Softbank Holdings Masayoshi Son bulan Mei 2019 sempat mengatakan impiannya ingin menjadi internet provider terbesar di dunia.

"Saya tidak puas apabila tidak bisa menjadi yang pertama di dunia. Olehkarena itu penggabungan kedua badan (Yahoo Jepang dan Line Jepang)  harus bisa secepatnya," papar Son.

Bagi penggemar Jepang dapat bergabung ke dalam WAG pecinta Jepang gratis dengan kirim email ke: info@jepang.com.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved