Tahun 2020 Sakura no Miru Kai Resmi Ditiadakan untuk Pertama Kalinya di Jepang

Akhirnya Sakura no miru kai atau pesta Hanami--melihat Sakura mekar bersama-sama di taman Shinjuko--secara resmi ditiadakan untuk tahun 2020.

Tahun 2020 Sakura no Miru Kai Resmi Ditiadakan untuk Pertama Kalinya di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe dan Akie sang istri saat berhanami Sakura bersama para artis Jepang termasuk Dewi Soekarno di taman Shinjuku April 2019 lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Akhirnya Sakura no miru kai atau pesta Hanami--melihat Sakura mekar bersama-sama di taman Shinjuko--secara resmi ditiadakan untuk tahun 2020.

"Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk meniadakan acara tersebut dan menghapus anggaran Sakuranomikai untuk tahun 2020 mendatang," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (25/11/2019).

Dengan pencabutan anggaran, usulan anggaran Sakuranomikai tidak diajukan ke parlemen Jepang, secara resmi acara ber Hanami ria tersebut batal, tidak lagi diadakan untuk April 2020.

Terakhir diadakan tanggal 13 April 2019 yang mengundang sekitar 18.200 orang dengan biaya sekitar 55 juta yen.

Pembatalan tersebut guna meredam keributan di antara para anggota parlemen mengenai acara tersebut yang disebut oleh oposisi sebagai Pencitraan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saja.

PM Jepang Shinzo Abe di acara Sakura miru kai, awal April 2019 bersama Dewi Soekarno.
PM Jepang Shinzo Abe di acara Sakura miru kai, awal April 2019 bersama Dewi Soekarno. (Foto Toyo Keizai)

Penggunaan uang negara, dari pajak masyarakat dianggap oposisi terutama partai Komunis Jepang menyatakan hal itu terlalu berkelebihan, terlalu berhamburan yang tidak ada gunanya.

"Merugikan rakyat dengan penggunaan pajak rakyat untuk acara pencitraan tersebut," ungkap salah seorang anggota partai komunis Jepang.

Penghentian acara Sakura no miru kai menjadi secara resmi pertama kalinya dalam sejarah dihentikan setelah diselenggarakan untuk pertama kali tahun 1952 saat PM Jepang Shigeru Yoshida berkuasa.

Baca: Agensi Sebut Penampilan Goo Hara Tak Perlihatkan Keanehan, Postingan Terakhir Ucap: Selamat Malam

Baca: Rumah Dua Lantai di Nerima Jepang Terbakar, 2 Korban Tewas, 4 Lainnya Luka Parah

Baca: Paus Fransiskus di Jepang: Persenjataan Nuklir untuk Perdamaian Bukan untuk Mengancam

Sebelumnya penghentian acara Sakuranomirukai memang pernah diadakan.

Tetapi hanya karena ikut prihatin atas bencana alam Tohoku tanggal 11 Maret 2011 (tsunami, gempa bumi dan ledakan pembangkit nuklir Jepang Fukushima) yang mengakibatkan 15.269 tewas, 5.363 luka dan 8.526 hilang.

Keprihatinan mendalam orang Jepang itulah yang membuat acara Sakuranomikai ditiadakan saat itu tahun 2011.

Bagi penggemar Jepang dapat mengikuti info terakhir Jepang gratis lewat WAG Pecinta Jepang dengan email: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved