Menteri Lingkungan Hidup Jepang akan Bicara Soal Penggunaan Batu Bara Pembangkit Listrik di COP25

Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Shinjiro Koizumi menyatakan antusiasmenya untuk "menjelaskan tanpa kritik" pembangkit listrik tenaga batu bara.

Menteri Lingkungan Hidup Jepang akan Bicara Soal Penggunaan Batu Bara Pembangkit Listrik di COP25
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Lingkungan hidup Jepang, Shinjiro Koizumi (38). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Shinjiro Koizumi menyatakan antusiasmenya untuk "menjelaskan tanpa kritik" pembangkit listrik tenaga batu bara.

Shinjiro Koizumi tiba di Madrid, Spanyol, Senin (9/12/2019) untuk menghadiri konferensi PBB tentang penanggulangan perubahan iklim "COP25".

"Saya ingin memanfaatkan tempat COP ini dengan sebaik-baiknya untuk Jepang dengan memberikan penjelasan yang sopan dan tulus tanpa melarikan diri dari kritik keras," kata Shinjiro Koizumi.

Shinjiro Koizumi ingin mengajukan banding atas upaya Jepang untuk perubahan iklim pada pertemuan tingkat menteri.

Baca: Kuil Burung Hantu di Yamata Jepang Mulai Dibersihkan untuk Kebahagiaan di Tahun Baru

Baca: Pelaku Chikan Sempat Lari ke Rel Kereta Api Sebelum Akhirnya Menyerahkan Diri kepada Polisi Jepang

Baca: 7 Alasan Buah Melon di Jepang Sangat Mahal hingga Ratusan Mencapai Ratusan Juta

Dengan meningkatnya kritik mempromosikan pembangkit listrik tenaga batu bara, perhatian difokuskan pada bagaimana kehadiran Jepang dapat ditunjukkan dengan kekuatan transmisi aslinya, dengan teknologi canggihnya mengantisipasi bahan baku batu bara untuk proses pembuatan tenag alistrik saat ini.

"Kami juga akan bernegosiasi untuk kesepakatan tentang beberapa aturan yang tersisa untuk pelaksanaan Perjanjian Paris mulai tahun depan," tambahnya.

Keterampilan berdiplomasi akan dipertanyakan dalam negosiasi internasional skala penuh pertama kali setelah penunjukan dirinya sebagai Menteri Lingkungan Hidup ke-27 yang baru sejak 11 September 2019.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved