Selasa, 21 April 2026
Deutsche Welle

Pemakan Bakteri dari Georgia untuk Melawan Resistensi Antibiotik

Apa yang harus kita lakukan ketika antibiotik tidak lagi efektif? Pasien dari seluruh dunia datang ke Georgia untuk mendapatkan perawatan…

Baca juga:Bakteri Probiotik di Tinja Bayi Bisa Sembuhkan Diabetes

Terapis Diederen bertanggung jawab penuh atas hal ini.

"Tidak terasa ilegal bagi saya," kata Diederen. "Saya yakin seratus persen obat ini akan membantu banyak orang."

Seperti halnya antibiotik, bakteriofag juga dapat menyebabkan resistensi bakteri. Namun, keuntungannya yakni bakteriofag selalu selangkah lebih maju karena fag mampu melawan resistensi. Selain itu, fag selalu ditujukan untuk memusnahkan jenis bakteri tertentu. Dengan demikian, bakteri yang bermanfaat tidak akan ikut hancur, seperti contohnya bakteri baik di usus.

Sebelum perawatan dimulai, selalu perlu untuk mengetahui jenis bakteri yang memicu munculnya penyakit. Fag kemudian diproduksi secara individual untuk setiap pasien, seperti di Georgia.

Diizinkan di Belgia

Obat pribadi semacam ini tidak memenuhi persyaratan yang berlaku untuk produk obat di negara Eropa Barat mana pun. Akan dibutuhkan banyak upaya untuk mendapatkan izin formulasi fag individu agar disetujui oleh pihak yang berwenang.

Tidak demikian halnya di Belgia. Sejak tahun lalu, Scientific Health Institute, bekerja sama dengan dokter, pasien, produsen, apoteker, dan Kantor Federal Belgia untuk Produk Obat-obatan, secara legal memproses penerbitan sertifikat untuk bahan-bahan fag yang diperlukan. Apoteker kemudian dapat menggunakannya untuk memproduksi bakteriofag, sesuai dengan prosedur yang ada.

"Kami telah menggunakan landasan hukum yang ada untuk menggunakan bakteriofag," kata Dr. Jean-Paul Pirnay, yang bekerja di Rumah Sakit Militer Queen Astrid di Brussels, mengomentari terapi bakteriofag.

Sekitar 30 pasien sudah dirawat di rumah sakit tersebut. Saat ini, rumah sakit militer Queen Astrid adalah satu-satunya tempat di Belgia untuk memproduksi bakteriofag.

Baca juga: Peneliti Indonesia Menelisik Gen Bakteri Hingga Mendirikan Startup di Finlandia

Suplemen untuk antibiotik

"Kami membutuhkan perusahaan farmasi untuk memproduksi fag," kata Pirnay. "Rumah sakit tidak dapat menghasilkan semua fag dengan semakin banyaknya pasien."

Tetapi dalam memproduksi fag membutuhkan landasan hukum yang lebih jelas, sementara sejauh ini penelitian bakteriofag di sana belum siap.

"Saya percaya bahwa fag tidak akan menggantikan antibiotik," ungkapnya. "Keduanya akan digunakan bersama untuk membuat antibiotik lebih efektif."

Ke depan Tanja Diederen ingin terus melanjutkan perawatannya di Belgia. Diederen mengaku kesulitan dalam berkomunikasi dengan dokternya di Georgia, dia selalu membutuhkan bantuan penerjemah.

"Saya sangat berharap fag akan segera diizinkan di Eropa," katanya. "Pergi ke Georgia cukup sulit dan mahal."

Jerman dan Belanda saat ini tengah melakukan studi percontohan untuk melihat apakah penggunaan bakteriofag dimungkinkan. Prancis pun sudah mengimpor fag dari Belgia dan menyetujui penggunaannya dalam pengobatan.

rap/pkp

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved