Jepang-Indonesia Akan Lakukan Latihan Militer ''Komodo'' Disepakati Saat Kedua Menhan Bertemu

Salah satunya adalah poin pokok nomor empat berupa kerjasama antara kedua militer dan pertukaran pertahanan.

Jepang-Indonesia Akan Lakukan Latihan Militer ''Komodo'' Disepakati Saat Kedua Menhan Bertemu
Ist
Menhan Prabowo Subianto dan menhan Taro Kono (kiri) sedang memberikan penghormatan kepada bendera negara masing-masing 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pertemuan kedua Menteri Pertahanan Jepang dan Indonesia Jumat mulai jam 15:45 untuk kira-kira satu jam di kantor kemenhan Jepang Ichigaya Tokyo Jumat lalu (20/12/2019) ternyata menyepakati latihan militer bersama "Komodo" antara pasukan bela diri Jepang dengan Indonesia di masa depan.

"Ada empat pokok utama yang disepakati kedia menhan tersebut saat berjumpa Jumat lalu," papar sumber Tribunnews.com Senin ini (23/12/2019).

Salah satunya adalah poin pokok nomor empat berupa kerjasama antara kedua militer dan pertukaran pertahanan.

"Hal itu masih dibagi dua hal lagi. Pertama mengenai kerjasama antar militer, kedua menteri akan bekerja sama satu sama lain di bidang bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana, yang merupakan masalah umum antara kedua negara, di samping kerjasama seperti panggilan kapal untuk kapal dan partisipasi dalam Pasukan Bela Diri (JSDF) dalam pelatihan bersama multilateral “Komodo”. Mereka sepakat untuk mempromosikan kerja sama tersebut," paparnya.

Hal kedua Menteri kedua negara sepakat untuk terus mempromosikan pertukaran manusia di bidang pendidikan.

Pada awal poin pokok pertama adalah, pada awalnya, Menteri Kono menyatakan bahwa dia senang dengan reuni sejak ADMM (ASEAN Defence Ministers Meeting) Plus, dan bahwa Menteri Kono ingin lebih memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara berdasarkan "Vientiane Vision 2.0" yang diumumkan pada November tahun 2019. Menteri Kono juga menyambut Visi Vientiane yang diperbarui dari Menteri Prabowo.

Kemudian poin pokok yang kedua adalah, Menteri Kono menjelaskan garis besar tentang kebijakan pertahanan kedua negara dan visi "Free and Open Indo-Pacific (FOIP)", dan mengusahakan sinergi antara FOIP dan "Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP)" sambil bekerja sama satu sama lain.

"Menteri juga menyatakan bahwa Jepang ingin memperdalam hubungan dengan Indonesia , dan bahwa Menteri Prabowo setuju."

Akhirnya poin pokok ketiga mengenai situasi internasional saat ini.

"Situasi Regional khususnya mengenai Korea Utara, kedua Menteri berbagi pandangan tentang pentingnya menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB dan setuju untuk terus bekerja sama. "

Kedua Menteri, tambahnya lagi, juga bertukar pandangan tentang situasi di Laut Cina Selatan dan berbagi keprihatinan serius tentang perubahan sepihak status quo yang dilakukan oleh China.

Kedua menteri melakukan pembicaraan sangat baik saat pertemuan tersbeut sebagai tanda semakin erat hubungan pertahanan antara Jepang dan Indonesia untuk masa mendatang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved