Pohon Ichou Paling Cocok untuk Antisipasi Kebakaran di Jepang

Banyaknya pohon Ichou (Ginkgo biloba) di Jepang adalah berkat perjuangan Yasuhei Nagaoka, desainer taman pertama di Jepang.

Pohon Ichou Paling Cocok untuk Antisipasi Kebakaran di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Contoh pohon Ichou yang pernah terbakar batang pohon pokoknya saat kebakaran tahun 1923 masih bisa terlihat di Otemachi Tokyo hingga Selasa (31/12/2019). Masih tetap hidup berdaun dengan baik. 

Salah satu bukti pohon tersebut masih tetap hidup sebagai bukti ada di Otemachi Tokyo, masih bisa kita lihat hingga kini.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami di Jepang, Tewaskan 5.233 dan Sebabkan Kebakaran Besar

Baca: Pelawak Terkenal Jepang Beri Petunjuk Tanda-tanda Pria Ingin Ceraikan Istrinya

Perjuangannya 10 tahun terutama dari tahun 1897 hingga 1907 barulah Ichou diakui pemerintah Jepang.

Zaman dulu daerah Ginza Tokyo banyak ditumbuhi pohon Sakura, Matsu dan Yanagi.

Setelah diakui Ichou, maka pohon ini pun ikut mewarnai daerah Ginza hingga kini.

Saat ini Ichou banyak dilihat di daerah Shibakoen Tokyo, Taman Maruyama di Sapporo Hokkaido, daerah Okubo Tokyo, daerah Midosuji Osaka, serta daerah Jingu Gaien Tokyo.

Ichou (ginkgo) adalah salah satu pohon tertua di dunia tumbuh subur di seluruh dunia dari Mesozoikum hingga Kenozoikum, dan fosil telah ditemukan di berbagai bagian dunia (seperti Perfektur Yamaguchi dan Hokkaido di Jepang).

Ginkgo adalah satu-satunya spesies yang masih hidup dan ditetapkan sebagai fosil hidup dalam Daftar Merah IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam) Terancam Punah.

Bijinya disebut ginkgo, dan didistribusikan untuk penggunaan makanan, namun dilaporkan telah menyebabkan keracunan dan beberapa kematian telah dilaporkan.

Makan maksimum 6 biji ginkgo sehari, kalau memang mau merasakannya, setelah digoreng sekitar 15 menit dan dipecahkan dikit, barulah bisa dimakan.

Deretan Pohon Ichou di Tokyo
Deretan pohon Ichou di Tokyo.

Bentuk daun dianggap sebagai kaki bebek, dan saat musim gugur semua berwarna kuning lalu berjatuhan menciptakan golden carpet di sekitarnya, pemandangan wisata yang sangat indah.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved