Pelanggar UU Lalu Lintas Khusus Sepeda di Jepang Didenda 20.000 Yen

Cukup banyak aturan berlalu lintas menggunakan sepeda yang tidak diketahui warga Jepang apalagi warga asing yang ada di Jepang.

Pelanggar UU Lalu Lintas Khusus Sepeda di Jepang Didenda 20.000 Yen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dilarang membunyikan bel sepeda ketika ada orang jalan di depan sepeda. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Cukup banyak aturan berlalu lintas menggunakan sepeda di Jepang yang tidak diketahui warga Jepang apalagi warga asing yang ada di Jepang.

"Memang tidak ada tahanan kepolisian kalau salah naik sepeda. Namun paling berat akan kena denda 20.000 yen apabila melanggar ketentuan UU Lalu Lintas khusus sepeda," ungkap sumber kepolisian kepada Tribunnews.com, Senin (10/2/2020).

Lalu apa saja pelanggaran bersepeda yang terjadi?

"Banyak peraturan yang belum diketahui masyarakat Jepang hingga kini mengenai penggunaan sepeda," kata Shigeki Kobayashi (70), Kepala Peneliti Asosiasi Pengguna Sepeda Jepang, Senin (10/2/2020).

Salah satunya larangan menggunakan sepeda sambil membuka payung.

Baca: Melawat ke Canberra, Jokowi Bertemu PM Australia

Baca: Maia Estianty Beri Balasan Menohok Saat Dibandingkan dengan Mulan Jameela Lewat Kolom Komentar

Jadi kalau hujan harus pakai baju (jas) hujan plastik, tidak boleh bersepeda sambil satu tangan memegang payung.

Demikian pula kalau naik sepeda ada orang di depan kita berjalan kaki tak boleh membunyikan bel sepeda.

"Kalau mau melewati orang berjalan kaki di depan kita ya bicara saja, sumimasen, maaf ya, sorry, lalu setelah terdengar dia akan minggir dan kita beserta sepeda melewatinya," kata dia.

Demikian pula kalau jalan berlawanan arah sangat dilarang di Jepang.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved