Virus Corona

Tim Medis dan Spesialis di Jepang Tidak Perlu Di-screening Virus Corona Jika Tak Ada Gejala Medis

Kementerian Kesehatan Jepang belum mengubah kebijakan saat ini untuk melakukan skrining terhadap petugas karantina jika tidak ditemukan gejala medis.

Tim Medis dan Spesialis di Jepang Tidak Perlu Di-screening Virus Corona Jika Tak Ada Gejala Medis
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi: sejarah 2 pegawai kementerian kesehatan yang terinfeksi virus Corona, satu usia 40 tahun dan satu lagi petugas karantina usia 50 tahun (kanan). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang petugas karantina berusia 50 tahun yang berada di atas kapal pesiar Diamond Princess telah dikonfirmasi terinfeksi virus corona.

Namun Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang belum mengubah kebijakan saat ini untuk melakukan skrining terhadap petugas karantina dari pengujian virus jika tidak ditemukan gejala medis.

"Inspeksi akan dilakukan ketika gejala medis terjadi. Kalau tak ada gejala tidak akan di-skrining virus," kata seorang pejabat Kemenkes Jepang kepada Tribunnews.com, Selasa (25/2/2020).

"Kekhawatiran tentang staf yang tidak diskrining, muncul pada banyak orang karena tanpa gejala pun tiba-tiba infeksi virus corona muncul juga bisa terjadi," ungkap seorang spesialis penyakit menular Jepang beberapa waktu lalu.

Para penumpang dari kapal Diamond Princess, Sabtu (22/2/2020) akan ditransfer ke lokasi medis milik pemerintah di Perfektur Saitama.
Para penumpang dari kapal Diamond Princess, Sabtu (22/2/2020) akan ditransfer ke lokasi medis milik pemerintah di Perfektur Saitama. (Foto JH)

Untuk alasan ini, Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang telah memutuskan pada tanggal 22 Februari lalu bahwa tes virus akan dilakukan pada 41 orang yang telah melakukan pekerjaan klerikal di kapal dan staf klerikal yang akan melakukan pekerjaan di masa depan, terlepas dari gejalanya.

Di sisi lain, petugas karantina dan dokter serta perawat yang memiliki kualifikasi "memiliki keahlian dan mengambil tindakan pencegahan" tidak melakukan pemeriksaan, pada prinsipnya jika mereka tidak memiliki gejala, maka tidak perlu tes.

Baca: Tak Bisa Tidur Gara-gara Banjir, Tina Toon Protes ke Pemprov DKI

Baca: Ditanya Soal Banjir Berkali-kali Rendam Jakarta, Anies Baswedan Beri Jawaban: Cukup

"Tes harus dilakukan ketika gejala terjadi atau dalam kontak dekat dengan orang yang terinfeksi," ujarnya.

Menurut Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, satu petugas karantina baru terinfeksi pada tanggal 24 Februari.

Namun kebijakan tidak akan berubah, hanya dites kalau sudah ada gejala.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved