Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Pasien Positif Corona Berkurang 2 Orang, Jubir Covid-19 Sebut Pasien Lakukan Self Isolated

Juru Bicara Pemerintah untuk virus corona, Achmad Yurianto menyebut dua orang dari 27 pasien positif virus corona, telah dinyatakan negatif.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Daryono
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Dua dari 27 orang yang dinyatakan positif virus corona di Indonesia, dinyatakan telah negatif dari Covid-19.

Meski dua orang telah dinyatakan negatif dari virus corona, mereka tetap akan dilakukan pemeriksaan.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk virus corona atau Covid-19, Achmad Yurianto, seperti yang dikutip dari laman resmi kemenkes.go.id.

Achmad Yurianto menyebutkan, dua pasien yang dinyatakan negatif virus corona ini merupakan kasus 06 dan 14.

Baca: Pasien Positif Corona Berkurang 2 Orang, Jubir Covid-19 Sebut Pasien Lakukan Self Isolated

Baca: Italia Lockdown Karena Virus Corona, Menlu Pastikan KBRI Pantau WNI

Mereka berdua akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kembali apakah hasilnya sama atau tidak.

''Untuk kasus yang sudah kita lakukan dari kasus 01 hingga kasus 19 ada beberapa hal yang membahagiakan, bahwa kasus 06 ini sudah masuk hari ke-5, hasil pemeriksaannya negatif,'' katanya di komplek Istana Negara, Selasa (10/3/2020) siang.

Pasien 06 merupakan anak buah kapal (ABK) Diamond Princess yang dirawat di RSUP Persahabatan.

Ia juga masuk dalam kategorid imported cases.

Pihak RSUP Persahabatan, kata Yuri, sudah memberikan edukasi kepada yang bersangkutan untuk melakukan isolasi mandiri atau self isolated.

''Ia menahan diri untuk tidak kontak dengan siapapun. Boleh kontak dengan siapapun, tapi ditahan. Boleh, tapi pada posisi 2 meteran,'' ujar Yuri.

Pasien kedua yang hasil pemeriksaannya negatif adalah kasus 14 yang baru 3 hari di ruang isolasi.

Baca: Awalnya Positif Corona, 2 Pasien Kini Dinyatakan Negatif, akan Jadi Kesembuhan Pertama di Indonesia?

Baca: Kemenkominfo: Konten Pencegahan Virus Corona untuk Tekan Kepanikan Masyarakat

Yuri menyebut, orang yang kontak dengan kasus 14 ini minimal, di samping itu juga kondisi fisiknya bagus.

Hari pertama perawatan di rumah sakit bukanlah hari pertama ia sakit.

Sebelumnya yang bersangkutan sudah 2 hari sakit di rumahnya.

Pihaknya, kata Yuri, masih menunggu pemeriksaan selanjutnya yang akan dilakukan di dua hari mendatang.

''Jadi setelah negatif pertama kita tunggu dua hari ke depan kalau sudah negatif juga maka akan kita kelurkan dari rumah sakit,'' ujarnya.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).(Kompas TV/Imron-Chandra)
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).(Kompas TV/Imron-Chandra) (Kompas TV/Imron-Chandra)

Tim medis harus memeriksa berulang kali untuk mendapatkan kepastian status kedua pasien tersebut.

Kondisi kedua pasien sakarang bagus tanpa ada keluhan apa-apa.

Pemerintah mulai melakukan edukasi self isolated kepada mereka.

Baca: UPDATE Berita Corona Indonesia - Tambah 8 Kasus Menjadi 27 Pasien, Berikut Rinciannya

Baca: RM BTS Buka Suara soal Wabah Virus Corona di Korea, Mengaku Sempat Merasa Marah hingga Berteriak

Yuri menjelaskan bahwa mereka diminta menahan diri untuk tidak kontak dengan siapapun dalam waktu sementara.

Sementara itu, Yuri sebelumnya telah mengumumkan tambahan kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Masih dikutip dari sumber yang sama, ada 8 pasien baru positif Covid-19 sehingga total pasien hingga hari ini berjumlah 27 kasus.

''Saya bertemu tim laboratorium yang menangani ini dan kemudian saya sempat bertemu Kabalitbangkes. Saya umumkan lagi kasus positif,'' katanya di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2020) petang.

Dari 8 kasus baru tersebut 2 di antaranya merupakan warga negara asing.

8 kasus baru itu antara lain :

- Kasus 20, perempuan 70 tahun WNI yang merupakan bagian dari tracing sub cluster Jakarta.

- Kasus 21, perempuan 47 tahun, WNI hasil tracing sub cluster Jakarta.

- Kasus 22, perempuan 36 tahun WNI yang merupakan imported case.

- Kasus 23, perempuan 73 tahun, WNI imported case dan Pasien saat ini sedang menggunakan ventilator, namun kondisinya stabil.

- Kasus 24, laki laki 46 tahun, WNI imported case.

- Kasus 25, perempuan 53 tahun, WNA imported case dengan kondisi stabil.

- Kasus 26, laki laki 46 tahun, WNA, imported case, kondisi stabil.

- Kasus 27, laki laki 33 tahun, WNI, kondisi stabil, diduga local transmission yang sedang ditracking sumbernya.

Baca: Ancaman Virus Corona Semakin Nyata di MotoGP 2020, FIM Siapkan Alternatif 2 Kali Race dalam Sepekan

Baca: WNI Keempat yang Positif Terinfeksi Virus Corona di Singapura Diketahui Baru Pulang Dari Indonesia

''Pasien kasus 27 local transmission yang pasti tidak berasal dari luar negeri. Masih belum jelas siapa temannya, akan kita coba sebut orang-orang yang positif,'' kata Yuri.

Ia menegaskan tracing menjadi penting karena kebanyakan menular dekat.

Selain itu pengawasan pintu masuk diperketat karena banyak yang masuk dalam keadaan gejala yang minimal atau kondisi fisik dalam kondisi ringan hingga sedang.

''Kita mengimbau semua, baik ODP (Orang Dalam Pemantauan) maupun bukan, kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakai masker, sehingga saat batuk atau bersin, virus yang ada di dalam tidak keluar."

"Edukasi kita pada PHBS, harus kita kedepankan dalam pengelolaan penyakit Covid-19,'' kata Yuri.

Cara Penularan Virus Corona Lewat Transmisi Jadi Pertanyaan

ILUSTRASI Batuk/virus corona: Cerita Pasien Virus Corona sebelum Akhirnya Sembuh: 'Batuk-batuk Seperti Mau Mati'
ILUSTRASI Batuk/virus corona: Cerita Pasien Virus Corona sebelum Akhirnya Sembuh: 'Batuk-batuk Seperti Mau Mati' (Freepik)

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, penularan virus corona ke-27 masih menjadi tanda tanya hingga saat ini.

Dikutip dari Kompas.com, kasus ke-27 ini diduga terjadi akibat penularan lokal (local transmission).

"Saat ini kita masih memberikan tanda tanya soal local transmission-nya dari mana? Ini yang menjadi bagian pekerjaan kita untuk telusuri," ujar Yuri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Adapun pasien kasus 27 adalah seorang laki-laki berusia 33 tahun.

Yuri mengatakan, pasien ini mengaku tidak berasal dari luar negeri.

Baca: VIRAL Pesan Hati-hati Perampok Mengaku Petugas Medis Semprot Virus Corona, Ini Imbauan Polisi

Baca: Italia Lockdown Akibat Virus Corona, Berikut Langkah yang Diambil Kemenlu RI

Pemerintah pun memastikan bahwa kasus ini bukan merupakan imported case.

Yuri juga memastikan bahwa penularan terhadap kasus ini bukan berasal dari klaster lainnya.

Meski kondisnya demikian, Yuri meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat.

"Lalu kita kita mengimbau kepada semuanya, baik dia orang dalam pemantauan maupun yang bukan ODP."

"Kalau sakit batuk, pilek, dan sebagainya pakailah masker. Itu kuncinya."

"Supaya pada saat dia batuk, bersin, virus yang ada dalam tubuhnya apa pun itu entah itu virus corona atau yang lainnya tidak tersebar," tutur Yuri.

(Tribunnews.com/Whiesa) (Kompas.com/Dian Erika Nugraheny)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan