Virus Corona
Iran Bebaskan Sementara 85.000 Narapidana, Belum Tahu Kapan Dikembalikan ke Penjara
Iran Bebaskan Sementara 85.000 Narapidana, Belum Tahu Kapan Dikembalikan ke Penjara
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
"Jika hal ini terus berlanjut, kapasitas tidak akan cukup," jelas pemimpin gerakan melawan wabah, Ali Reza Zali.
Baca: Cegah Corona, Begini Cara Erick Thohir dan Para Menteri Gelar Rapat
Baca: Cegah Corona, Menteri Tjahjo: sebagian ASN Boleh Bekerja di Rumah
Iran diyakini memiliki 110.000 tempat tidur rumah sakit di seluruh negeri.
Sebanyak 30.000 di antaranya dialokasikan ke Ibu Kota Teheran.
Beberapa waktu lalu, pemerintah Iran sudah berjanji akan mendirikan klinik keliling untuk mengakomodasi kebutuhan warga.
Sementara itu, Zali mengaku, sebenarnya kebanyakan korban meninggal akibat Covid-19 adalah orang yang sebelumnya sehat.
Pernyataan ini berlawanan dengan pengakuan pemerintah, wabah corona hanya akan beresiko tinggi pada lansia.
Namun, perkataan Zali ini diamini oleh data dari Kementerian Kesehatan Iran.
Terlihat jelas, sekitar 55 persen kematian didominasi usia 60an.
Sementara itu, 15 persen lainnya di rentang usia 40 tahunan.
Lonjakan Terjadi karena Wabah Tidak Menunjukkan Gejala
Bagi kebanyakan orang, virus hanya akan menyebabkan sakit ringan seperti flu, batuk, dan demam.
Lain halnya dengan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu.
Faktor usia juga turut mempengaruhi hal ini.
Selain lebih mudah terpapar, orang-orang lansia dan memiliki riwayat sakit akan menderita lebih parah.
Dampak paling terasa adalah gangguan pernapasan atau pneumonia.
Baca: Update Virus Corona Timur Tengah: Khawatir Terjangkit, Qatar Larang Turis Mesir Masuk
Baca: UPDATE Virus Corona, Sabtu 15 Februari Pagi: 29 Negara Terwabah Setelah Mesir Konfirmasi Kasus