Virus Corona

PM Shinzo Abe: Jepang Berusaha Sebisa Mungkin Tak Melakukan Lockdown

Lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus corona akan berdampak sangat besar. Pemerintah Jepang berusaha sebisa mungkin tidak melakukan lockdown.

PM Shinzo Abe: Jepang Berusaha Sebisa Mungkin Tak Melakukan Lockdown
Foto NHK
Perdana Menteri Jepang dalam sidang anggaran parlemen, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan jika Jepang melakukan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus corona maka dampak perekonomian akan sangat besar.

Oleh karena itu pemerintah berusaha sebisa mungkin tidak melakukan lockdown.

"Apabila situasi seperti penguncian atau blokade kota (toshi fuusha) akan terjadi, itu akan memiliki dampak besar pada perekonomian Jepang. Oleh karena itu kita perlu bekerjasama secara erat untuk menyoroti gagasan pencegahan penyebaran infeksi," kata PM Jepang, Shinzo Abe dalam rapat anggota parlemen, Jumat (27/3/2020).

Michihiro Ishibashi dari Partai Demokrat Konstitusi mengungkapkan, "Jumlah orang yang terinfeksi virus corona baru jumlahnya meningkat pesat di Tokyo. Ini kan bahaya?"

Perdana Menteri Abe menanggapinya, "Jika situasi seperti penguncian atau blokade kota terjadi, itu akan memiliki dampak yang jauh lebih besar pada ekonomi Jepang. Kami ingin bekerja sama erat dengan semua pihak sehingga masalah ini bisa teratasi dengan baik."

Baca: Cerita ODP Covid-19 yang Dikarantina di Wisma Atlet, Awalnya Kacau Balau, Kini Pelayanan Membaik

Menteri Revitalisasi Ekonomi Nishimura mengatakan bahwa jumlah kenaikan terinfeksi bukan situasi untuk membuat "Deklarasi Darurat" saat ini.

"Jika jumlah pasien meningkat, terutama jika kami akan membuat keputusan yang tepat sambil mendengarkan pendapat berbagai pihak tentunya."

Mengenai penundaan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade, Perdana Menteri Abe mengatakan, "Misalnya, jika ada penundaan dua tahun, ada kekhawatiran bahwa momentum untuk Olimpiade Tokyo 2020 akan menghilang."

Oleh karena itu, tambah PM Abe, pihaknya telah membuat kondisi, dan menyatakan kepada pihak IOC, apakah Anda dapat mempertimbangkan sekitar satu tahun ke depan perubahan ini?

Baca: Amerika Serikat Terbanyak Jumlah Kasus Positif Covid-19 Saat Ini

"Saya tidak mendapatkan saran dari seorang ahli, tetapi saya harus menilai secara politis di suatu tempat untuk sebuah keputusan besar ini," kata PM Abe.

Kepastian waktu acara akan dilakukan setelah diskusi antara IOC, Panitia dan Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Personel keamanan berjaga-jaga di pos pemeriksaan selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 di New Delhi. Kamis (26/3/2020). (AFP/Jewel SAMAD)
Personel keamanan berjaga-jaga di pos pemeriksaan selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap coronavirus COVID-19 di New Delhi. Kamis (26/3/2020). (AFP/Jewel SAMAD) (AFP/JEWEL SAMAD)

Selain itu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan setuju jika Olimpiade dilakukan pada musim panas tahun 2021.

PM Abe tidak menyebutkan, berapa angka kerugian perekonomian Jepang apabila dilakukan lockdown.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved