Virus Corona

PM Jepang: Langkah Ekonomi Darurat Jangka Panjang 10 Hari ke Depan Perangi Corona

Shinzo Abe mengatakan mengendalikan transmisi virus corona baru akan menjadi perang jangka panjang, dan dalam 10 hari ke depan

Foto Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam jumpa persnya malam ini (28/3/2020) menyatakan bahwa mengendalikan transmisi virus corona baru akan menjadi perang jangka panjang, dan dalam 10 hari ke depan, merumuskan langkah-langkah ekonomi darurat yang lebih besar daripada Lehman Shock dan mengubah tahun fiskal baru.

"Kebijakan untuk memberikan tunjangan tunai kepada rumah tangga di mana pendapatan dapat berkurang dan hidup menjadi sulit akan jadi prioritas kita," tekan PM Abe.

Dia juga menyatakan akan mengambil langkah-langkah untuk memungkinkan usaha kecil dan menengah menerima pinjaman tanpa bunga dari lembaga keuangan swasta.

Pada awalnya, ia menjelaskan bahwa penyebaran virus corona baru berkembang pesat di dunia, dan meminta publik untuk bersabar.

Dia mencatat bahwa jumlah orang yang terinfeksi meningkat pesat di Tokyo.

Baca: Di saat Kebijakan Lockdown Berlaku, 6 Pria dan Wanita di Spanyol Ini Malah Pesta Seks

"Begitu ledakan virus telah menyebar, jumlah orang yang terinfeksi telah meningkat lebih dari 30 kali hanya dalam dua minggu, berdasarkan perkiraan dari Eropa dan Amerika Serikat. Kita harus bertarung dengan musuh yang mengerikan dengan ketabahan."

Berdasarkan perasaan krisis, Jepang mendirikan markas besar tanggapan berdasarkan hukum, dan menekankan bahwa "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran infeksi sambil mengasumsikan situasi terburuk dalam kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah."

Selain itu langkah-langkah ekonomi darurat disusun dalam waktu sekitar 10 hari.

"Kami akan menginstruksikan pemerintah untuk merumuskan langkah ekonomi yang mendesak dan merumuskan rencana anggaran tambahan untuk implementasinya. Saya ingin mengirimkannya ke Diet (parlemen) segera. "

Halaman
1234
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved