Virus Corona

Sempat Anggap Enteng, Kini Donald Trump Akui Corona Virus yang Ganas

Pernyataan Trump jelas kontras dengan banyak hal baru-baru ini ketika dia membuat argumen sendiri terkait wabah virus corona

JIM WATSON / AFP
Dikelilingi oleh anggota Satuan Tugas Virus Corona Gedung Putih, Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers tentang virus corona atau COVID-19, di Rose Garden Gedung Putih di Washington, DC, 13 Maret 2020. Trump menyatakan virus corona sebagai darurat nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON, DC - Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19 di Amerika Serikat (AS) cukup besar.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Universitas Johns Hopkins, korban meninggal dunia tembus di angka 4.000 kasus.

Baca: Sering Digunakan Saat Work From Home, Sri Mulyani Kejar Pajak Zoom

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pun mulai serius menyikapi pandemi yang telah menyerang hampir banyak negara di Dunia ini.

Melansir Kompas.com, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (31/3/2020) bahwa risiko dari virus corona secara tegas lebih buruk daripada flu biasa.

Pernyataan Trump tersebut seperti "menjilat ludah sendiri".

Padahal, pada konferensi pers berita harian virus corona sebelumnya di Gedung Putih, Trump yang melansir ucapan "banyak orang" mengatakan bahwa negara harus membiarkan laju virus corona, seperti layaknya flu musiman.

"Biarlah, jangan lakukan apa pun, anggap itu (virus corona) sebagai flu," kata orang-orang itu menurut Trump.

Namun, kini Trump mengatakan, "Itu bukan flu. Itu (virus corona) ganas."

Pernyataan Trump jelas kontras dengan banyak hal baru-baru ini ketika dia membuat argumen sendiri terkait wabah virus corona.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved