Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona Merebak, Warga Shenzhen China Mulai Dilarang Makan Daging Anjing dan Kucing

Sebanyak 30 juta anjing dibunuh setiap tahun di Asia untuk disantap, berdasarkan data Humane Society International (HSI).

AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. Di China mulai muncul larangan konsumsi dagung anjing dan kucing karena corona. 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang penjualan daging kucing dan anjing. Kedua hewan itu juga dilarang untuk dijadikan santapan.

Pelarangan ini mengemuka setelah wabah virus corona dikaitkan dengan daging hewan liar, yang mendorong aparat China melarang penjualan dan konsumsi satwa liar.

Shenzhen selangkah lebih maju dengan memasukkan daging anjing dan kucing ke dalam daftar larangan. Aturan baru ini akan berlaku mulai 1 Mei mendatang.

Sebanyak 30 juta anjing dibunuh setiap tahun di Asia untuk disantap, berdasarkan data Humane Society International (HSI).

Baca: Belum Selesai Virus Corona, Pria di China Meninggal karena Hantavirus, Disebarkan oleh Hewan Ini

Akan tetapi, praktik menyantap daging anjing di China bukan hal lumrah—mayoritas warga China mengaku belum pernah makan daging anjing dan tidak mau memakannya.

"Sebagai hewan peliharaan, anjing dan kucing membentuk hubungan lebih dekat dengan manusia ketimbang hewan-hewan lainnya, dan melarang konsumsi anjing, kucing, dan hewan-hewan peliharaan lainnya adalah praktik umum di negara-negara maju dan di Hong Kong dan Taiwan," sebut pernyataan pemerintah Kota Shenzhen, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters.

"Pelarangan ini juga merupakan tanggapan atas tuntutan dan semangat peradaban manusia," tambah pernyataan tersebut.

HIS, selaku organisasi pelindung satwa, mengapresiasi langkah itu.

"Ini benar-benar bisa menjadi momentum dalam upaya mengakhiri perdagangan brutal yang menewaskan sekitar 10 juta anjing dan 4 juta kucing di China setiap tahun," ujar Dr Peter Li, spesialis kebijakan China dari HSI.

Meski demikian, pada saat bersamaan ketika aturan pelarangan ini dikemukakan, China menyetujui penggunaan empedu beruang untuk menangani pasien-pasien Covid-19.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved