Taliban akan Bebaskan 20 Tahanan Pemerintah Afghanistan
Taliban akan membebaskan 20 tahanan pemerintah Afghanistan di kota Kandahar, Afghanistan selatan.
TRIBUNNEWS.COM - Taliban akan membebaskan 20 tahanan pemerintah Afghanistan di kota Kandahar, Afghanistan selatan.
"Hari ini, 20 tahanan dari pemerintahan Kabul akan dibebaskan," ungkap Juru bicara Taliba, Suhail Shaheen di Twitter yang dikutup dari Al Jazeera.
Ia menambahkan, kelompok tersebut akan diserahkan kepada perwakilan Komite Palang Merah Internasional.
Pengumuman ini mengikuti serangkaian pembebasan tahanan Taliban oleh pemerintah Afghanistan.
Baca: 11 Hari Pasca Kesepakatan Damai, Amerika Serikat Lakukan Serangan Udara Terhadap Taliban
Baca: Kesepakatan Damai Diragukan Setelah Taliban Menyerang Pangkalan Militer Afghanistan
Sebelumnya, Kepala Pasukan AS dan NATO di Afghanistan bertemu para pemimpin Taliban untuk membahas pengurangan kekerasan di negara yang saling berperang itu.
Ini merupakan pembebasan pertama oleh kelompok bersenjata tersebut, sejak awal proses perdamaian.
Pada Rabu (8/4/2020), pemerintah Afghanistan telah membebaskan 300 tahanan Taliban sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani antara AS dan kelompok bersenjata Afghanistan.
Perdamaian yang disepakati itu bertujuan untuk mengakhiri perang selama 18 tahun antara keduanya.
Kesepakatan pertukaran tahanan ini merupakan bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada 29 Februari 2020 lalu.
Baca: Setelah Hampir 20 Tahun Perang, Donald Trump Mengumumkan Kesepakatan Damai AS-Taliban
Baca: Pejabat Keamanan Afghanistan Sebut Iran Pasok Rudal kepada Taliban
Diberitakan TribunJogja, perjanjian tersebut berisi mengenai penarikan pasukan asing secara bertahap dari Afghanistan dalam kurun waktu 14 bulan sejak kesepakatan damai itu ditandatangani di Doha, Qatar.
Kembali ke Al Jazeera, melalui kesepakan itu, keamanan kelompok bersenjata itu juga dijamin.
Lebih jauh, Pakta tersebut juga meminta kelompok bersenjata untuk memulai pembicaraan dengan pemerintah Kabul demi mencapai perdamaian abadi.
Sebagai catatam, kesepakatan itu menuntut pemerintah Afghanistan, yang tidak termasuk dalam penandatangan perjanjian, membebaskan kurang leboh 5.000 tahanan Taliban.
Bagi kelompok bersenjata tersebut, juga diminta membebaskan 1.000 tawanan pro-pemerintah sebagai imbalannya.
Pertukaran Tahanan Diliputi Masalah
Sebuah tim kecil Taliban bertemu pemerintah, membahas pertukaran tahanan pekan lalu.
Tetapi, pembicaraan tersebut terhenti karena para pejabat menawarkan pembebasan tahanan secara bertahap.
Pertukaran tahanan diliputii masalah, lantaran Kabul mengklaim Taliban menginginkan 15 komandan top untuk dibebaskan.
Sementara, para pejuang menuduh pemerintah Afghanistan membuang-buang waktu.
Lebih lanjut, Taliban memperingatkan, keputusannya untuk membebaskan sekelompok tahanan tidak berarti bahwa pembicaraan dengan pemerintah Kabul telah dimulai kembali.
Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan Menegur Taliban
Secara terpisah, Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, Javid Faisal menegur kelompok bersenjata tersebut.
Menurutnya, kelompok Taliban tidak memulai proses hukum sebelumnya.
Ia juga menambahkan, pengurangan kekerasan dan gencatan senjata antara kedua pihak diperlukan.
"Mereka juga harus mempersiapkan pertemuan tatap muka dengan Afghanistan," papar Faisal.
(Tribunews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/taliban-soal-pembebasan-tahanan.jpg)