Virus Corona
Kasus Infeksi Corona AS Tembus 1 Juta saat Negeri Paman Sam Ini akan Membuka Lockdown
Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Amerika Serikat sudah tembus 1 juta. Pada Rabu (29/4/2020), AS sudah mencatat 1.035.765 total infeksi.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah kasus infeksi Covid-19 di Amerika Serikat sudah tembus 1 juta.
Menurut pantauan Tribunnews dari Worldometers, pada Rabu (29/4/2020), AS sudah mencatat 1.035.765 total infeksi.
Sementara jumlah kematiannya masih jadi yang tertinggi di seluruh dunia, yakni 59.266.
Jumlah pasien sembuh di negara ini cukup banyak dibanding angka kematiannya, yaitu 142.238.
Ada lebih dari 3 juta kasus di seluruh dunia dan ada 217.000 lebih kematian tercatat secara global.
Baca: Kembali Salahkan China, AS Lakukan Penyelidikan Serius Terkait Virus Corona
Baca: Lionel Messi Lebih Suka Barcelona Jual Dembele Ketimbang Coutinho
Total jumlah kasus infeksi yang sangat tinggi ini bertepatan dengan rencana Amerika untuk membuka negara secara bertahap.
Ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi perekonomian AS.
Selain itu, sudah banyak protes yang digaungkan warga AS di banyak negara bagian tentang resesi ekonomi ini.
Diberitakan sebelumnya, administrasi Presiden AS, Donald Trump, telah menerbitkan aturan terkait pelonggaran kuncian nasional kepada para gubernur negara bagian.
Satu diantaranya berkaitan dengan pembukaan sekolah dan bisnis.

Memang selama tiga bulan ini Partai Republik berusaha mengendalikan pandemi ini.
Namun jika mereka gagal, negara adidaya ini akan menghadapi krisis yang lebih mengerikan sebagai dampak Covid-19, dikutip dari Politico.
Pada Senin (27/4/2020) lalu, Trump mendesak para gubernur untuk mempertimbangkan membuka sekolah kembali.
"Beberapa dari Anda mungkin mulai berpikir tentang pembukaan sekolah, karena banyak orang ingin memiliki pembukaan sekolah."
"Itu bukan subjek besar, anak-anak muda telah melakukannya dengan sangat baik dalam bencana ini yang kita semua lalui," kata Trump kepada gubernur pada panggilan telekonference.
"Jadi banyak orang berpikir tentang pembukaan sekolah. Dan saya pikir itu sesuatu, Mike (Pence), mereka dapat dengan serius mempertimbangkan dan mungkin melanjutkannya," lanjutnya.
Tetapi di akhir tahun ajaran ini, tidak mungkin siswa akan kembali ke ruang kelas dalam waktu dekat.
Menurut perhitungan CNN, 43 negara bagian serta Washington DC meminta agar sekolah tidak dibuka kembali pada tahun akademik ini.

Sementara sejumlah negara bagian lain merekomendasikan agar pemerintah lokal tetap mendukung pembelajaran via jarak jauh saja.
Negara-negara bagian itu antara lain California, Idaho, Kentucky, Maine, South Dakota, dan Tennessee.
Sedangkan Gubernur Montana sudah memberi pilihan pada sekolah-sekolah untuk kembali pembelajaran tatap muka paling cepat 7 Mei.
Ketika siswa kembali, administrator akan ditugaskan untuk menjaga anak-anak dan keluarga mereka seaman mungkin.
Beberapa caranya, yakni selalu mengenakan masker dan menghentikan pertemuan dan olahraga.
Anthony Fauci, pakar dari gugus tugas virus corona Gedung Putih, awal bulan ini mengatakan situasinya tidak dapat diprediksi ketika ditanya tentang pembukaan kembali sekolah.
"Saya sepenuhnya berharap, meskipun saya cukup rendah hati untuk mengetahui bahwa saya tidak dapat memprediksi secara akurat, pada saat kita sampai pada musim gugur, situasi akan cukup terkendali sehingga tentu tidak akan seperti sekarang," jelas Fauci.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)