Virus Corona

Korban Positif Corona 5 Orang, Banyak Diskriminasi Saat Memasuki Perfektur Tokushima Jepang

Tokushima saat ini menyeramkan karena banyak diskriminasi terutama terhadap kendaraan yang datang dari luar.

Foto Tokushima Shimbun
Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Korban terinfeksi positif Covid-19 di Perfektur Tokushima kini tercatat ada 5 orang dan satu orang diduga karena terinfeksi dari luar perfektur, yang masuk ke Tokushima belum lama ini.

Gubernur Tokushima Kamon Iizumi mengumumkan pada tanggal 21 April untuk konfirmasi orang yang terinfeksi dan mengumumkan survei arus masuk jumlah kendaraan ke dalam perfektur.

"Pesan gubernur kedengarannya seperti, lindungi kamu dari corona, tapi jangan biarkan seseorang datang dari luar prefektur. Itu menimbulkan diskriminasi. Lupakan diskriminator, tapi ingat korban. Setelah berakhirnya corona, akankah orang datang dari seluruh penjuru negeri untuk melihat Awaodori, dan dalam keadaan darurat seperti gempa bumi," ungkap Parco Kinoshita (54), seorang seniman dari Kota Tokushima dan tinggal di Kota Ishinomaki, Prefektur Miyagi.

Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima.
Para petugas jalan tol mengintip dan mencatat nomor mobil yang menuju dan ke luar dari Perfektur Tokushima. (Foto Tokushima Shimbun)

"Apakah akan menerima dukungan dari prefektur lain, dan Tokushima tidak dapat eksis tanpa interaksi dengan prefektur lainnya. Inilah yang membuat kampung halaman saya terkenal dan sekaligus saya sedih," ujarnya.

Menurutnya Tokushima saat ini menyeramkan karena banyak diskriminasi terutama terhadap kendaraan yang datang dari luar.

Menurut Undang-Undang Kendaraan Angkutan Jalan, wajib mengubah pelat nomor area alamat, tetapi pada kenyataannya beberapa orang menggunakan mobil dengan nomor di luar prefektur.

Baca: Ada Upaya Pencurian 15 Juta Data Pengguna, Tokopedia Pastikan Data Pembayaran Pelanggan Tidak Bocor

Untuk alasan ini, sebuah fenomena terjadi di mana pemilik sejumlah mobil nomor prefektur menempatkan pada kendaraannya dengan stiker yang bertuliskan "Saya seorang penduduk prefektur".

Selain itu, ada mobil yang telah memasuki Tokushima dari luar prefektur karena kunjungan kerja atau rumah sakit, meskipun jumlahnya telah menurun karena menahan diri dari gerakan yang tidak perlu dan mendesak.

Wali Kota Sawako Naito mengadakan konferensi pers pada tanggal 23 April dan mengatakan, "Diskriminasi dan perpecahan tidak dapat ditoleransi oleh Kota Tokushima. Kami ingin satu sama lain memiliki belas kasihan."

Menurut Departemen Manajemen Krisis Prefektur, dikatakan bahwa ada panggilan telepon dari para pihak yang mengatakan bahwa mereka menerima kata-kata kasar saat mengemudi, dari penduduk Tokushima dan gubernur juga mengatakan pada wawancara pada tanggal 24 April.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved