Breaking News:

Virus Corona

Intelijen AS Tuding Presiden China Xi Jinping Tekan WHO Terkait Corona

laporan pertama tudingan terhadap Beijing itu dibuat oleh intelijen Jerman, dan dimuat oleh harian ternama setempat, Der Spiegel pekan lalu.

AFP/FABRICE COFFRINI
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC - Badan Intelijen Pusat AS ( CIA) meyakini, China berusaha menghalangi Badan Kesehatan Dunia ( WHO) mengumumkan virus corona sebagai wabah.

Sebab, berdasarkan laporan yang diungkap dua sumber intelijen, Negeri "Panda" saat itu tengah menimbun peralatan medis dari seluruh dunia.

Dalam pemberitaan yang dipublikasikan Newsweek, disebutkan China mengancam tidak akan bekerja sama dalam investigasi virus corona jika WHO mengumumkannya sebagai wabah.

Ini adalah laporan kedua dari telik sandi negara Barat, dan berpotensi memanaskan hubungan dengan China di tengah pandemi yang membunuh hampir 295.000 orang di Bumi ini.

Laporan pertama tudingan terhadap Beijing itu dibuat oleh intelijen Jerman, dan dimuat oleh harian ternama setempat, Der Spiegel pekan lalu.

Dilansir Selasa (12/5/2020), laporan itu menyebutkan Presiden Xi Jinping sendiri yang menekan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada 21 Januari.

Badan kesehatan di bawah PBB itu membantah sudah diintervensi, berdasarkan keterangan dari juru bicara Christian Lindmeier.

Namun, dia menolak menjawab terkait pertanyaan apakah Beijing berupaya menunda atau mungkin mengubah pengumuman Kepedulian Internasional mengenai Darurat Kesehatan Masyarakat (PHEIC).

Lindmeier menerangkan, selama wabah, organisasinya bergerak berdasarkan mandat mereka yang merujuk kepada bukti ilmiah untuk melindungi warga dunia.

"WHO mendasarkan rekomendasinya berdasarkan sains, data, nasihat pakar independen, maupun penerapan dari kesehatan publik," tegas Lindmeier.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved