Virus Corona

Jepang akan Lakukan Tes Antibodi 10.000 Orang Mulai Juni 2020

Tes antibodi adalah metode untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh setelah periode infeksi tertentu.

Foto Asahi
Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Katsunobu Kato mengumumkan akan melakukan tes antibodi skala besar virus corona baru yang akan dimulai bulan Juni mendatang.

"Bulan Juni 2020 kita akan lakukan tes antibodi pada skala 10.000 orang yang menargetkan penduduk di beberapa kota," kata Katsunobu Kato saat konferensi pers usai pertemuan kabinet, Jumat (15/5/2020).

Tes dilakukan di tempat yang banyak terinfeksi yang jadi target utama. Selain Tokyo dan Osaka di mana ada banyak orang yang terinfeksi, beberapa daerah lain di mana ada yang terinfeksi juga ikut dinominasikan.

Baca: VIRAL Video Penumpang Jazz Selamatkan Diri dari Himpitan Pajero saat Kecelakaan Beruntun di Medan

Tes antibodi adalah metode untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh setelah periode infeksi tertentu dari sejumlah kecil darah yang diambil sebagai sampel.

Tes ini bertujuan untuk memahami jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi di masa lalu, termasuk mereka yang telah pulih, memperkirakan jumlah orang yang membutuhkan vaksinasi dan memperkirakan berapa banyak orang yang mungkin terinfeksi dalam epidemi berikutnya.

"Diharapkan hasil dari tes antibodi tersebut bisa membantu kita semua," harap menteri.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved