Rabu, 8 April 2026
Deutsche Welle

Tanaman Herbal Artemisia Obat Mujarab untuk COVID-19?

Artemisia, ramuan herbal yang disebut pemerintah Madagaskar sebagai obat virus corona tengah diuji coba oleh sekelompok ilmuwan internasional.…

Para ilmuwan di Max Planck Institute Jerman di Potsdam merupakan bagian dari kerja sama sekelompok peneliti dari Jerman dan Denmark yang bekerja sama dengan perusahaan AS ArtemiLife untuk menguji apakah tanaman Artemisia dapat digunakan sebagai obat virus corona jenis baru.

"Ini adalah studi pertama di mana para ilmuwan sedang menyelidiki fungsi zat tanaman ini sehubungan dengan COVID-19," kata kepala penelitian, Peter Seeberger, dalam sebuah wawancara dengan DW.

Studi tersebut menggunakan ekstrak uji dari tanaman Artemisia annua, juga dikenal sebagai tanaman apsintus, serta turunannya seperti tanaman artemisinin.

Senyawa Artemisia telah lama digunakan sebagai pengobatan untuk malaria.

Ini bukanlah obat malaria pertama yang mendapatkan perhatian dalam usaha menemukan obat COVID-19. Dalam beberapa bulan terakhir, obat malaria hydroxychloroquine juga digunakan dalam proses penyembuhan pasien COVID-19 meskipun sedikit data yang mendukung efektivitas obat tersebut.

Kejelasan akan Artemisia

Seeberger mengatakan uji coba Artemisia juga dianggap "cukup berhasil" terhadap penyakit selain malaria. Studi menemukan bahwa ekstrak Artemisia efektif dalam menghambat coronavirus SARS pertama (SARS-CoV) yang muncul di Asia pada tahun 2002 yang menyerang sistem pernapasan.

Para ilmuwan mengharapkan hasil uji coba dapat diketahui paling lambat akhir Mei. Jika Artemisia terbukti efektif dalam uji coba tersebut, tes lebih lanjut termasuk uji coba pada manusia, masih perlu dilakukan.

"Tetapi bahkan jika hasil uji coba berakhir dengan kekecewaan, itu tetaplah sebuah kemajuan," ujar Seeberger. "Di atas itu semua, akan memberikan kejelasan. "

Obat mujarab tanpa bukti

Pada akhir April, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menggembar-gemborkan ramuan yang mengandung ekstrak Artemisia dan herbal lainnya sebagai obat manjur untuk virus corona.

Sejak itu, media di Afrika terus memberitakan potensi ramuan tersebut dan beberapa negara Afrika telah memesan ramuan tonik herbal tersebut dan dijual dengan nama COVID Organics.

Kepada DW, Direktur Lembaga Penelitian Terapan IMRA Malagasi, Charles Andrianjara, menyinggung sedikit tentang "tes pada beberapa orang" untuk perincian studi ilmiah tentang ramuan tersebut, dan merujuk pengalaman bertahun-tahun dengan ramuan tersebut.

Namun, dia tidak dapat memberikan penjelasan spesifik yang membuktikan kemampuan ramuan herbal tersebut untuk mencegah atau mengobati COVID-19.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved