Ninja Jepang Bukan Hanya Iga dan Koga Saja, Ada Juga Klan Lainnya

Kesulitan menelusuri Ninja bukan hanya ketertutupan diri dan info padanya, tetapi juga istilah Ninja sangat khusus dipakai untuk dunia mereka sendiri.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jinichi Kawakami, ninja terakhir Jepang dari klan Koga saat berada di Tokyo. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ninja Jepang sudah ada sejak tahun 500-an dengan nama Kancho atau mata-mata (spy). Namun istilah 'Ninja' baru ada di Zaman Muromachi (1336 – 1573).

Hasil penelitian Tribunnews.com ke berbagai buku sejarah Ninja ternyata menemukan klan Ninja bukan hanya Iga dan Koga saja yang tersisa saat ini.

Itupun dari setiap klan hanya ada satu ninja asli saja yang masih tersisa sampai saat ini.

Misalnya Jinichi Kawakami adalah ninja terakhir dari klan Koga.

"Dulu memang banyak klan ninja. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, tidak perlu lagi ada ninja saat ini, sehingga semuanya menghilang," kata Kawakami kepada Tribunnews.com, Sabtu (16/5/2020).

Para ninja sedang bertanding di Perfektur Mie Jepang.
Para ninja sedang bertanding di Perfektur Mie Jepang. (Istimewa)

Lalu klan apa lagi yang ada selain klan Iga dan Koga di dunia Ninja di Jepang?

Dari sebuah penelitian yang dilakukan Kawakami, ada pula klan Shinobi, klan Kimura (Koga gonin), klan Akutagawa, klan Yakugomo menjadi Iga shichigumi, dan sebagainya.

Penelusuran Ninja sangatlah sulit. Ninja tidak hanya berusaha menutupi segala informasi yang ada padanya, termasuk anggota keluarganya sendiri diusahakan tidak tahu mengenai dirinya.

Kesulitan menelusuri Ninja bukan hanya ketertutupan diri dan info padanya, tetapi juga istilah Ninja sangat khusus dipakai untuk dunia mereka sendiri.

Baca: Viral Ular Piton Raksasa Berukuran 19 M Bergelantungan di Atap Rumah, Sambil Menyantap Seekor Posum

Akibatnya, orang Jepang sendiri kewalahan menelusuri informasi ninja karena kosa kata yang dipakai sangat khusus dan sulit dikenali oleh orang lain.

Wajarlah semua ketertutupan tersebut karena pada dasarnya Ninja adalah mata-mata sejati yang fokus kepada pencarian informasi, sehingga informasi yang diperolehnya menjadi sangat tertutup.

Kecuali kepada master atau tuannya yang menyuruh untuk mencari informasi tersebut.

Para murid Grand Master Ninja Jepang, Masaaki Hatsumi (83) memberikan penghormatan pada leluhur terlebih dulu, sebelum memulai latihan Ninjutsu, ilmu dasar menjadi Ninja.
Para murid Grand Master Ninja Jepang, Masaaki Hatsumi (83) memberikan penghormatan pada leluhur terlebih dulu, sebelum memulai latihan Ninjutsu, ilmu dasar menjadi Ninja. (TRIBUNNEWS.COM/RICHARD SUSILO)

Ketertutupan tersebut yang sebenarnya menjadi sebuah teka-teki yang justru semakin menarik untuk ditelusuri lebih lanjut bagi para peneliti ninja (dunia).

Buku Ninja Indonesia akan terbit akhir Juni 2020. Ikuti pengumuman lebih lanjut di www.ninjaindonesia.com atau email: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved