Terowongan Bersejarah di Jepang Hakone Dicorat-coret, Kerugian 1,5 Juta Yen

Selain gambar-gambar juga nama geng mereka yang dituliskan ke tembok terowongan tersebut menggunakan cat semprot.

Dinas Teknis Sipil Odawara Perfektur Kanagawa
Bagian dalam terowongan bersejarah Hakone yang dicorat coret orang tak bertanggungjawab pakai cat semprot. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Terowongan bersejarah di Hakone Perfektur Kanagawa, Hakone dicorat-coret oleh orang tak bertanggungjawab sehingga menimbulkan kerugian sedikitnya 1,5 juta yen.

"Kami baru ketahui belum lama ini aksi corat-coret dilaporkan oleh masyarakat yang melewati terowongan bersejarah tersebut yang biasa dipakai saat maraton Hakone," ungkap sumber Tribunnews.com di Pemda Kanagawa, Selasa (19/5/2020).

Terowongan tersebut tidak lagi dipakai untuk kendaraan bermotor melainkan jalan di sampingnya yang digunakan.

Bagian luar kerangka terowongan Hakone dicorat coret orang tak bertanggungjawab.
Bagian luar kerangka terowongan Hakone dicorat coret orang tak bertanggungjawab. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Namun untuk keperluan maraton Hakone jalur terowongan tersebut seringkali digunakan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitarnya.

Selain gambar-gambar juga nama geng mereka yang dituliskan ke tembok terowongan tersebut menggunakan cat semprot.

Baca: Rina Nose Kaget Candaannya Bersama Andre Taulany Dipolisikan, Tak Tahu Latuconsina Nama Marga

Kapan akan dibersihkan saat ini menurutnya masih dalam upaya menganggarkan dana untuk membersihkannya.

"Kita masih fokus kepada pandemi corona dan dana difokuskan juga ke dunia medis. Nanti kalau pandemi semua sudah teratasi, baru mungkin menganggarkan bidang tersebut," ujarnya.

Terowongan bersejarah Hakone di Perfektur Kanagawa dicorat coret oleh orang tak bertanggungjawab.
Terowongan bersejarah Hakone di Perfektur Kanagawa dicorat coret oleh orang tak bertanggungjawab. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sumber tersebut sangat mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak seperti itu.

"Kita akan pasang dulu kamera pengintai (cctv) di sekitarnya agar kelihatan terbukti nanti siapa oknum yang melakukannya," kata dia.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved