Breaking News:

Virus Corona

'Hari Terindah' di Italia, Saat Toko-toko dan Bar Akhirnya Buka kembali

Pelanggan kembali bisa menyeruput cappuccino di dalam bar, pada pagi hari, meskipun tetap menerapkan jaga jarak.

AFP/MIGUEL MEDINA
Seorang lelaki memberi makan merpati di Piazza del Duomo di Milan. Senin (4/5/2020). Ketika Italia mulai mengurangi pengunciannya (lockdown), kesempatan tersebut dimanfaatkan Orang-orang Italia untuk berjalan-jalan dan mengunjungi kerabat untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu. Italia merupakan negara yang paling terpukul di Eropa dalam penguncian nasional terlama di dunia. (AFP/Miguel MEDINA) (AFP/Miguel MEDINA) 

TRIBUNNEWS.COM, ROMA -- Toko, salon kecantikan dan restoran di Italia akhirnya kembali membuka pintu mereka mulai Senin (18/5/2020) kemarin waktu setempat.

Pelanggan kembali bisa menyeruput cappuccino di dalam bar, pada pagi hari, meskipun tetap menerapkan jaga jarak.

"Saya belum bekerja selama dua setengah bulan. Sangat indah sekali hari ini. Ini hari yang menyenangkan," kata Valentino Casanova, seorang pekerja di Caffe Canova, di pusat kota Roma.

Keputusan ini merupakan langkah terbesar bagi negara yang sempat menjadi terbanyak jumlah kasus terinfeksi virus corona.

Baca: Gugus Tugas Ungkap 30 Ribu Relawannya Belum Ada yang Terpapar Covid-19

Bahkan Italia sempat mencatatkan rekor lebih dari 900 orang meninggal dunia akibat virus corona dalam 24 jam. Hal itu terjadi pada 27 Maret lalu.

Hampir 32 ribu orang Italia telah meninggal karena Covid-19, sejak wabah tersebut muncul pada 21 Februari lalu. Jumlah ini tertinggi ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Italia adalah negara Eropa pertama yang memberlakukan lockdown pada awal Maret, lalu.

Hari Senin (18/5/2020) menjadi langkah besar menuju pemulihan, ketika aktivitas perjalanan diperbolehkan, sejumlah orang bertemu dan restoran dapat melayani pelanggan, degan syarat jarak antar-meja setidaknya 2 meter.

Ekonomi terbesar ketiga zona Euro perlahan-lahan hidup lagi setelah lebih dari dua bulan berhenti.

Kini bisnis kembali diperbolehkan mulai beroperasi secara bertahap dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan menjaga jarak antar orang setidaknya 1 meter.

Halaman
1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved