Virus Corona
Ilmuwan di China Kembangkan Obat Virus Corona, Diklaim Lebih Evisien dari Vaksin
Obat ini menggunakan antibodi penawar, yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah virus menginfeksi sel-sel tubuh
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Para ilmuan di Universitas Peking, China dikabarkan tengah mengembangkan obat yang diyakini cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Melansir Kompas.com, para peneliti menerangkan, obat ini tidak hanya dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien, tapi juga bisa menumbuhkan kekebalan jangka pendek.
Baca: Jokowi Luncurkan Produk Inovasi Anak Negeri untuk Tangani Covid-19
Sunney Xie direktur pusat Inovasi Genomik Tingkat Lanjut di Beijing mengatakan kepada AFP, bahwa obat ini telah berhasil diuji pada hewan.
Obat ini menggunakan antibodi penawar, yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah virus menginfeksi sel-sel tubuh.
Tim Xie mengisolasi antibodi tersebut dari 60 pasien yang sembuh dari Covid-19.
Sebuah studi pada penelitian tim yang diterbitkan pada Minggu (17/5/2020) di jurnal ilmiah Cell menunjukkan, penggunaan antibodi memberikan potensi "penyembuhan" untuk penyakit dan mempersingkat waktu pemulihan.
Xie mengatakan obat itu harus siap digunakan akhir tahun ini, dan pada waktunya saat terjadi potensi wabah di musim dingin.
"Perencanaan untuk uji klinis sedang dilakukan," kata Xie sembari menambahkan uji klinis akan dilakukan di Australia dan negara-negara lain dikarenakan kasus-kasus virus corona telah berkurang di China.
"Harapannya antibodi yang dinetralkan ini bisa menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," ungkapnya.
Baca: Pria Ini Rela Habiskan Uang Rp 90 Juta Demi Bangun Rumah Mewah untuk Kucing, Lihat Hasilnya
China sudah memiliki 5 calon vaksin Covid-19 yang sedang diuji coba ke manusia, kata seorang pejabat kesehatan pekan lalu.
Namun Badan Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12-18 bulan.
Pencegahan dan Penyembuhan

Baca: Perpanjang PSBB hingga 2 Minggu, Anies Baswedan Tetap Larang Warga Mudik: Biar Jadi Pengalaman Unik
Menggunakan antibodi dalam perawatan obat bukan hal baru, dan telah berhasil dilakukan untuk mengobati beberapa virus lain seperti HIV, Ebola, dan MERS.
Xie mengklaim para penelitinya telah memulai observasi sejak awal ketika wabah virus corona masih di China dan belum menyebar ke negara lain.
Obat Ebola Remdesivir juga telah dipertimbangkan sebagai obat untuk Covid-19.