Virus Corona

Wisatawan Asing Mengunjungi Jepang April 2020 Turun Drastis 99,9 Persen

Setelah penyebaran infeksi coronavirus baru, pemerintah Jepang telah memperluas batasan masuknya mulai Februari 2020

Richard Susilo
Petugas jinriksha (penarik becak tradisional Jepang) sedang menjelaskan obyek wisata di Asakusa Tokyo kepada turis asing. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Jepang pada bulan April 2020 adalah 2.900 orang, turun 99,9% dari bulan yang sama tahun 2019 karena penguatan langkah-langkah mencegah penyebaran virus corona baru.

"Itu sebabnya kita sangat jarang sekali melihat ruris asing selama April 2020 kemarin," ungkap pejabat pariwisata Jepang kepada Tribunnews.com Rabu ini (20/5/2020).

Tingkat penurunan semakin besar dari 93,0% pada bulan Maret 2020, dan merupakan penurunan yang terbesar sejak Januari 1964, ketika metode survei saat ini digunakan ungkap Hiroshi tabata Kepala Badan Pariwisata Jepang.

"Setelah penyebaran infeksi coronavirus baru, pemerintah Jepang telah memperluas batasan masuknya mulai Februari 2020."

Selain China dan Korea Selatan, kemudian diperluas ke Eropa, Amerika Serikat dan Asia Tenggara pada bulan Maret 2020.

Untuk mencegah infeksi, gerakan untuk membatasi pergerakan orang di seluruh dunia semakin intensif, yang secara efektif membuat pariwisata lintas batas menjadi sulit.

Jumlah keberangkatan dari Jepang juga menurun tajam.

Pada bulan April, jumlahnya adalah 3.900, penurunan 99,8% dari bulan yang sama tahun 2019.

Tingkat penurunan jumlah warga Jepang yang ke luar negeri juga meningkat dari penurunan 85,9% pada bulan Maret 2020.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved