Amerika Serikat dan China di Ambang Perang Dingin yang Baru
Ketegangan antara kedua negara itu didasari oleh wabah virus corona, Hong Kong dan masalah lainnya
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Amerika Serikat dan China kini berada di ambang Perang Dingin yang baru.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Luar Negeri China, Minggu (24/5/2020), seperti dilansir Kompas.com.
Ketegangan antara kedua negara itu didasari oleh wabah virus corona, Hong Kong dan masalah lainnya.
"Telah menjadi perhatian kami bahwa beberapa 'kekuatan politik' di AS menahan hubungan China-AS dan mendorong kedua negara ini ke tepi Perang Dingin baru," menteri luar negeri Wang Yi mengatakan kepada wartawan, seperti Dilansir media Perancis AFP.
Gesekan lama antara kedua kekuatan tersebut terjadi atas perdagangan, hak asasi manusia dan isu-isu lain yang didorong memuncak sejak merebaknya Covid-19.
Wang tidak mengidentifikasi "kekuatan" apa yang dia maksudkan, tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memimpin kritik dunia atas penanganan awal China terhadap pandemi, yang telah menyebabkan lebih dari 330.000 kematian dan kemerosotan ekonomi di seluruh dunia.
Sebuah pengantar di legislatif China pada Jumat lalu yang berbentuk proposal untuk memberlakukan Undang Undang keamanan di Hong Kong guna menekan gerakan pro-demokrasi kota semi-otonom telah semakin meningkatkan tensi ketegangan dan memicu kecaman AS dan dunia.
Tetapi Wang membalas kepada Washington, menuduh AS berusaha berulang kali "menyerang dan mencoreng" China.
"Selain kehancuran yang disebabkan oleh virus corona, ada juga virus politik yang menyebar di AS," kata Wang pada konferensi pers di sisi pertemuan legislatif tahunan.
"Virus politik ini adalah menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyerang dan mengejek China. Beberapa politisi sama sekali mengabaikan fakta dasar dan telah mengarang terlalu banyak kebohongan yang menargetkan China, dan merencanakan terlalu banyak konspirasi," ungkap Wang.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Menlu China: AS-China di Ambang Perang Dingin Baru
Ketagangan di Laut China Selatan
Hubungan China dengan Amerika Serikat sedang menghangat.
Tidak hanya saling sindir soal virus corona atau Covid-19 saja, tetapi juga terkait wilayah Laut China Selatan.
Baca: Kesaksian Warga soal Jatuhnya Pesawat di Pakistan: Mayat Tiba-tiba Jatuh Timpa Mobil Saya
Kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu disinyalir tengah memperebutkan cadangan minyak dan gas alam di dasar Laut China Selatan.