Kamis, 16 April 2026

Joe Biden Sebut Donald Trump Orang Bodoh, Ini Alasannya

Biden menyebut, perilaku Trump sebagai sebuah tindakan maskulin palsu yang mengorbankan nyawa orang

Twitter @Jordanfabian
Donald Trump Mengunjungi Pabrik Peralatan Medis Tanpa Mengenakan Masker 

Presiden mengunjungi pusat distribusi Owens & Minor Inc, yang oleh Gedung Putih dikatakan telah mengirim
jutaan masker N95, pakaian pelindung dan sarung tangan, ke rumah sakit serta pusat operasi di seluruh
Amerika Serikat.

Minggu lalu, Trump juga tidak mengenakan masker saat mengunjungi pabrik pembuatan masker di
Arizona, sekalipun ia mengaku mencoba beberapa di ruangan lain yang ia lewati.

Pennsylvania adalah negara bagian yang diperebutkan secara politis oleh calon Republik dan Demokrat dalam pemilihan
presiden.

Baca: China dan AS Sama-sama Kerahkan Kapal Perang ke LCS, Dikhawatirkan Picu Perang Dunia III

Meskipun acara pada Kamis diatur oleh Gedung Putih, acara tersebut memiliki nuansa kampanye,
dilengkapi musik yang mirip dengan yang diputar di kampanye Trump.

Trump menuduh pemerintah Obama –Joe Biden merupakan Wakil Presiden di era Obama -- membiarkan persediaan alat-alat pelindung habis.

Episentrum Baru

Ilustrasi warga Amerika Serikat ke pantai.
Ilustrasi warga Amerika Serikat ke pantai. (AFP)

Baca: Hong Kong-China Memanas, Trump Bakal Beri Respons dalam Waktu Dekat

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Benua Amerika muncul sebagai episentrum baru pandemi
Covid-19.

"Kini bukan saatnya untuk negara-negara untuk melonggarkan pembatasan" kata Carissa

Etienne, Direktur WHO untuk Amerika sekaligus kepala Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO)
melalui konferensi video.

Amerika mencatat lebih dari 2,4 juta kasus virus corona baru dengan lebih dari 143 ribu kematian akibat
penyakit pernapasan Covid-19.

Amerika Latin melampaui Eropa dan Amerika Serikat dalam infeksi harian.

"Kawasan kami menjadi episentrum pandemi Covid-19," kata Etienne.

Baca: Kabar Liga Inggris: Empat Orang dari Tiga Klub Dinyatakan Positif Corona

Yang juga menjadi kekhawatiran pejabat WHO adalah percepatan wabah di Peru, Chile, El Salvador, Guatemala, dan Nikaragua.

Saat tingkat kematian harian Brasil menjadi yang tertinggi di dunia pada Senin (25/5/2020), studi Universitas
Washington memperingatkan total kematian negara tersebut bisa melonjak lima kali lipat menjadi 125
ribu hingga awal Agustus. (cnn/rtr/feb)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved