Minggu, 31 Agustus 2025

Rusuh di Amerika Serikat

Akibat Kematian George Floyd, Kerusuhan Terjadi Hampir di Seluruh Amerika Serikat

Akibat kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd membuat marah hampir di seluruh warga Amerika Serikat.

KEREM YUCEL / AFP
Para pengunjuk rasa berkumpul untuk menyerukan keadilan bagi George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama beberapa menit, di Hennepin County Government Plaza, pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota. 

TRIBUNNEWS.COM - Hampir di berbagai kota di Amerika Serikat terjadi kerusuhan.

Kerusuhan tersebut dipicu atas tindakan semena-mena kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat terhadap pria berkulit hitam bernama George Floyd.

George Floyd harus meregang nyawa setelah lehernya diinjak oleh seorang polisi setempat karena dianggap melawan petugas pada Senin (25/5/2020) lalu.

Padahal, beberapa video baru-baru ini yang muncul dengan rekaman tambahan penangkapan Floyd, tidak menunjukkan dia melawan petugas.

Baca: Legenda LA Lakers Kecam Aksi yang Menimpa George Floyd, Magic Johnson: Dia Manusia Bukan Binatang

Baca: George Floyd Ditangkap Polisi, Diinjak hingga Meninggal karena Uang Palsu Senilai Rp 294 Ribu

Akibat kejadian tersebut, kerusuhan yang berujung penjarahan ini pun pecah di Kota Minneapolis pada Rabu (27/5/2020) malam waktu setempat.

Akibat kerusuhan pertama ini, satu orang ditembak dan dibunuh di dekat lokasi protes, dan polisi telah menangkap seorang tersangka atas kemungkinan tuduhan pembunuhan, Star Tribune melaporkan.

Polisi juga menanggapi laporan penikaman dan menemukan seorang pria terbaring di trotoar.

Polisi kemudian mengatakan pria itu telah ditembak, dan dia dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Gumpalan asap dan abu menutupi jalan-jalan kota setelah Kamis pagi.

Baca: Kerusuhan Meletus di Minnesota AS, Buntut Terbunuhnya Pria Kulit Hitam George Floyd di Tangan Polisi

Baca: Kematian George Floyd Picu Kerusuhan, Kebakaran dan Penjarahan Dilakukan Massa di Minneapolis

Dikutip dari Now This News, orang-orang ditangkap karena kedapatan menjarah pusat perbelanjaan dan beberapa video muncul dari seorang wanita di kursi roda yang dilaporkan berusaha menikam orang yang meninggalkan pusat perbelanjaan.

Selain pusat perbelanjaan, para pengunjuk rasa juga menjarah sebuah toko spare part mobil dan membakarnya.

Saudara laki-laki Floyd, Philonise Floyd, mengatakan kepada CNN bahwa ia ingin protes damai tetapi memahami bahwa para pengunjuk rasa merasa 'terluka'.

"Orang-orang tercabik dan terluka," ujar Philonise Floyd.

"Para perwira ini (yang terlibat dalam penangkapan George) perlu ditangkap sekarang dan bertanggung jawab atas segalanya karena orang-orang ini menginginkan keadilan sekarang," lanjutnya.

Demonstrasi terbaru di Minneapolis mengikuti yang lain malam sebelumnya, ketika polisi dengan pakaian anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa, beberapa di antaranya dirusak dan melemparkan batu ke gedung dan mobil polisi.

Baca: Polisi yang Injak Leher George Floyd hingga Meninggal, Beberapa Kali Dapat Tindakan Disipliner

Baca: Kronologi Meninggalnya George Floyd yang Memicu Demonstrasi di Minnesota, Amerika Serikat

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan