Breaking News:

Rusuh di Amerika Serikat

Polisi Atlanta Tangkap Hampir 230 Orang Provokator Demonstrasi Kematian George Floyd

Ratusan polisi mengambil posisi di sekitar Centennial Park, untuk menutup area episentrum aksi unjuk rasa tiga malam berturut-turut

Alyssa Pointer/Atlanta-Journal Constitution - AFP
Para demonstran merusak jendela kaca Kantor Pusat CNN di Atlanta, Georgia, Jumat (29/05/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, ATLANTA - Gelombang protes atas kematian warga kulit hitam keturunan Afrika-Amerika, George Floyd di Minneapolis masih berlanjut di sejumlah kota di Amerika Serikat (AS), Minggu (31/5/2020) waktu setempat.

Polisi anti huru-hara terpaksa menembakkan gas air mata ke arah ratusan demonstran, ketika jam malam mulai berlakun Minggu (31/5/2020) di Atlanta.

Baca: Kemendikbud: Virus Corona dan Bonus Demografi Jadi Tantangan Besar untuk Dunia Pendidikan

Ratusan polisi mengambil posisi di sekitar Centennial Park, untuk menutup area episentrum aksi unjuk rasa tiga malam berturut-turut.

Jam malam mulai berlangsung pukul 21.00 waktu setempat.

Terlihat dari aksi demonstran yang awalnya sangat damai, sudah berubah menjadi anarkisa ketika terjadi lemparan kembang api dan pembakaran bahan konstruksi di dekat Taman.

Sejumlah demonstran mencoba membentuk barikade jalan.

Fotografer Associated Press (AP) melihat polisi mulai menembakkan gas air mata terhadap kerumunan demonstran.

Sejumlah orang tersedak dan terengah-engah dan lain-lain muntah-muntah, berlari ketika pasukan polisi anti huru hara merangsek masuk dengan perisai di tangah.

Siaran video disiarkan langsung oleh WSB-TV, menunjukkan pihak berwenang menangkap sejumlah demonstran dan memasukkannya ke tahanan.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved