Breaking News:

Kerap Serang Pemerintah Amerika, Media Iran, Rusia, dan China Diberi Label oleh Facebook

Facebook Inc akan mulai memberi label pada media yang dikendalikan Pemerintah Rusia, China, dan negara lainnya.

Nextren
Ilustrasi Facebook 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Facebook Inc akan mulai memberi label pada media yang dikendalikan Pemerintah Rusia, China, dan negara lainnya.

Lalu, akhir musim panas ini akan memblokir iklan apa pun dari situs yang menargetkan pengguna Amerika Serikat (AS).

Jaringan sosial terbesar di dunia ini akan menerapkan label ke Sputnik Rusia, Press TV Iran, dan Kantor Berita Xinhua China, menurut daftar parsial yang Facebook keluarkan, Kamis (4/6). Facebook akan menerapkan label pada sekitar 200 media di awal.

Baca: Media Israel: Iran, Turki, China, dan Rusia Happy Amerika Serikat Dilanda Kerusuhan

Tapi, Nathaniel Gleicher, Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, mengatakan, pihaknya tidak akan memberi label pada media apa pun yang berbasis di AS, bahkan yang dikelola Pemerintah AS. Sebab, media-media tersebut memiliki independensi editorial.

Facebook, yang telah mengakui kegagalannya menghentikan penggunaan platform Rusia untuk ikut campur dalam Pemilihan Presiden AS 2016, meningkatkan pertahanannya dan memberlakukan persyaratan transparansi yang lebih besar untuk halaman dan iklan di platform mereka.

Rencana memberi label kepada media pemerintah, Facebook umumkan pada tahun lalu, tetapi memperkenalkannya di tengah kritik atas perlakuan lepas tangan dari posting yang menyesatkan dan tudingan rasial dari Presiden Donald Trump.

Baca: Rusia Dapat Bocoran, China dan India Sudah di Ambang Perang, Perbatasan Kedua Negara Makin Tegang

Dan, langkah baru Facebook itu datang hanya beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden AS November nanti. Di bawah kebijakan baru tersebut, Facebook tidak akan memberikan label untuk media yang berafiliasi dengan tokoh atau partai politik individu.

Sebab, menurut Gleicher, itu bisa mendorong "batas yang sangat, sangat licin". "Apa yang ingin kami lakukan di sini adalah memulai dengan kasus yang paling kritis," katanya seperti dikutip Reuters.

Respons China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers singkat di Beijing, Jumat (5/6), perusahaan media sosial tidak boleh secara selektif menciptakan hambatan bagi media.

Halaman
12
Berita Populer
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved