Breaking News:

Jepang Bayar 19,6 Miliar Yen ke AS untuk Aegis Ashore yang Ditangguhkan

Menteri Pertahanan Taro Kono berencana untuk membahas kontrak antara Jepang dan Amerika Serikat di masa mendatang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Aegis Ashore di Jepang saat penginstalan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang telah membayar 19,6 miliar yen kepada pihak militer Amerika Serikat (AS) untuk pembangunan sistem anti peluru kendali darat Aegis Ashore di Akita dan Yamaguchi.

"Kontrak sebesar 178,7 miliar yen dan 19,6 miliar telah dibayarkan kepada Amerika Serikat," papar Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono, Senin (22/6/2020) di sidang parlemen Jepang.

Dalam pemeriksaan penutupan Komite Akun Dewan Parlemen Jepang, Menteri Pertahanan Taro Kono mengungkapkan jumlah total anggaran yang tercatat dari tahun fiskal 2017 hingga tahun ini adalah 192,1 miliar yen, di mana 178,7 telah disetujui sesuai kontrak.

Aegis Ashore di Jepang saat penginstalan.
Aegis Ashore di Jepang saat penginstalan. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sedangkan jumlah yang sudah dibayarkan ke Amerika Serikat dari pihak Jepang adalah 19,6 miliar yen.

Menteri Pertahanan Taro Kono berencana untuk membahas kontrak antara Jepang dan Amerika Serikat di masa mendatang.

Baca: Sistem Rudal Jepang Intersepsi Berbasis Darat, Aegis Ashore Ditangguhkan

Baca: Praktik Lapangan Sistem Pertahanan Peluru Kendali Balistik Aegis Ashore Jepang Dibatalkan

Meskipun demikian telah mengindikasikan bahwa Jepang akan menanggung biaya pembuatan sisi AS dan biaya administrasi.

"Tahun ini kami juga berencana untuk membahas tentang beban Jepang pada militer AS yang ditempatkan di Jepang," kata dia.

Sistem pertahanan peluru kendali balistik Aegis Ashore buatan Lockheed Martin yang dipasang di Perfektur Akita Jepang
Sistem pertahanan peluru kendali balistik Aegis Ashore buatan Lockheed Martin yang dipasang di Perfektur Akita Jepang (Foto Kementerian Pertahanan Jepang)

Mengenai dampak penangguhan rencana penempatan, Kono mengungkapkan, "Saya tidak berpikir itu akan berdampak buruk pada negosiasi mendatang dengan pihak AS."

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved