Breaking News:

Virus Corona

Ahli Penyakit Menular Jepang: Gelombang Kedua Covid-19 Segera Datang

Saat ini, sistem penyediaan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa orang yang sakit parah sedang dalam keadaan dipersiapkan dengan baik.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ketua Tim Dewan Ahli penanggulangan pandemi Corona Jepang yang juga Dirjen Institut Nasional Penyakit Menular, Takaji Wakita dalam jumpa pers, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gelombang kedua pandemi Covid-19 diprediksi akan segera datang terutama saat memasuki musim dingin di Jepang.

"Sekarang, di Tokyo, ada risiko penyebaran infeksi terutama dari daerah hiburan malam. Jumlah orang yang terinfeksi di tempat tersebut tinggi terus-menerus dikonfirmasi, dan kami sangat berhati-hati serta prihatin bahwa infeksi akan menyebar ke rumah, rumah sakit, dan fasilitas kesejahteraan. Itu berarti ada kelompok yang tidak terlihat," ungkap Takaji Wakita, Ketua Tim Dewan Ahli Penanggulangan Pandemi Corona Jepang, Rabu (24/6/2020) dalam jumpa pers di Klub Pers Wartawan Jepang.

Kemarin jumlah yang terinfeksi Covid-19 di Tokyo bertambah 55 orang dan hampir separuhnya tidak diketahui sumbernya, namun diperkirakan dari tempat hiburan malam.

Takaji Wakita yang juga menjabat sebagai Dirjen Institut Nasional Penyakit Menular, menunjukkan perlunya kewaspadaan yang berkelanjutan.

Baca: Indonesia Diprediksi Media Asing Jadi Hotspot Virus Corona

Baca: Corona Bikin Keluarga Miskin di Inggris Makin Miskin dan yang Kaya Makin Kaya

"Dengan kenaikan jumlah terinfeksi yang sangat banyak saat ini, ditakutkan gelombang kedua akan datang segera ke Jepang dengan penularan yang lebih luas lagi," ujarnya.

Di sisi lain, menurutnya, saat ini, sistem penyediaan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa orang yang sakit parah sedang dalam keadaan dipersiapkan dengan baik.

"Saya ingin terus melakukan inspeksi dan mengawasi apakah itu akan mengarah pada penyebaran gelombang kedua," ujar dia.

Mengenai sistem domestik untuk mempersiapkan gelombang infeksi kedua, Wakil Ketua Shigeru Omi mengatakan, "Situasi saat ini jelas berbeda dari sebelum penyebaran infeksi, dan kami mengetahui lingkungan apa yang berisiko tinggi terhadap infeksi."

Sistem medis menurutnya juga sudah dipersiapkan dengan serius. Hasil penelitian mengenai kondisi aktual penyakit menular juga bermunculan.

Dia juga mengatakan bahwa ada kemungkinan untuk merespons lebih lancar berdasarkan pengalaman yang ada.

Mengenai kesiapan masyarakat umum di masa depan, Nobuhiko Okabe, Direktur Kawasaki Health and Safety Research Institute, yang juga anggota dewan ahli, mengatakan, "Saya pikir mungkin ada ketakutan untuk melakukannya dengan tidak benar karena adanya terlalu banyak informasi sehingga malah membingungkan. Saya ingin kita tidak terus menahan diri seperti sebelumnya, dan tidak mengembalikan segalanya seolah tidak apa-apa, dan bertindak dengan cara yang tidak menyentuh hal-hal yang ekstrem."

Baca: Tokyo Disneyland dan Disneysea Jepang Akan Dibuka Kembali 1 Juli 2020

Baca: Pabrik Mitsubishi Motors Jepang di Indonesia Beroperasi Kembali dengan Standar Protokol Kesehatan

Oleh karena itu, ditambahkannya, terbaik adalah mengikuti semua petunjuk yang sudah dan akan diarahkan oleh pemerintah sesuai arahan yang disampaikan para anggota dewan ahli.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved