Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ultimatum Keras Iran ke AS: Trump Tak Bisa Nikmati Damai Sambil Biarkan Perang Jalan Terus

Iran ultimatum AS pilih damai atau perang, serangan Israel di Lebanon picu ancaman runtuhnya gencatan senjata.

Ringkasan Berita:
  • Iran menekan AS agar memilih antara gencatan senjata atau melanjutkan perang melalui Israel.
  • Ancaman muncul di tengah eskalasi serangan Israel di Lebanon.
  • Gencatan senjata dua minggu terancam runtuh sebelum benar-benar berjalan.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melayangkan ultimatum keras kepada Amerika Serikat (AS) di tengah konflik yang melibatkan Israel dan Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan Washington tidak bisa sekaligus menikmati gencatan senjata dan membiarkan perang terus berlangsung melalui Israel.

“Syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih—gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak bisa mendapatkan keduanya,” tulis Araghchi di platform X.

Ia juga menambahkan, “Dunia menyaksikan pembantaian di Lebanon. Bola sekarang berada di tangan AS.”

Eskalasi Serangan di Lebanon

Peringatan Iran muncul saat militer Israel meningkatkan intensitas serangan di Lebanon.

Baca juga: AS Siaga Penuh, Ancam Bombardir Iran Jika Gencatan Senjata Gagal Disepakati

Militer Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 100 target dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan dalam salah satu operasi terbesar sejak konflik meningkat.

Reuters melaporkan sedikitnya 91 orang tewas di Beirut, dengan total korban mencapai 182 orang dalam satu hari di seluruh Lebanon.

Serangan ini terjadi di tengah konflik yang sudah berlangsung sejak akhir Februari, ketika Israel juga melancarkan serangan terhadap Iran dan wilayah lain di kawasan.

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran setelah dimediasi Pakistan.

Fox News melaporkan kesepakatan itu didasarkan pada proposal 10 poin dari Teheran yang dinilai dapat diterapkan sebagai dasar negosiasi.

Namun, Iran mengancam akan menarik diri dari kesepakatan jika Israel terus menyerang Lebanon, yang dinilai sebagai pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata.

Kantor berita Anadolu melaporkan Iran secara tegas menyebut AS harus menentukan sikap, karena “tidak bisa memiliki keduanya.”

Tekanan dari Dalam Iran

Pernyataan Araghchi juga diperkuat oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang menuding AS telah melanggar sejumlah poin kesepakatan.

Ia menegaskan ketidakpercayaan Iran terhadap AS berakar dari “pelanggaran berulang terhadap komitmen internasional.”

Menurut laporan Tasnim, Iran bahkan mempertimbangkan untuk keluar dari gencatan senjata jika serangan Israel terus berlanjut tanpa intervensi Washington.

Konflik Regional Kian Kompleks

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved