Breaking News:

Pembukaan Kembali Tempat Pariwisata di Jepang Didahului Upacara Ritual Shinto

Sebelum daerah tersebut dibuka untuk pariwisata mulai hari ini, upacara ritual dilakukan pendeta Shinto terkenal untuk mengusir roh jahat.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pendeta Shinto mengawasi pemberian persembahan dari para anggota asosiasi pariwisata setempat ke meja persembahan di kiri. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Asosiasi Pariwisata Hamasaka Perfektur Hyogo hari ini membuka kembali daerah pariwisata di Hamasaka ditandai dengan upacara rituil Shinto di tepi Pantai Hamasaka.

"Tentu saja kita melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap pandemi Corona selain upacara rituil di awalnya," kata Ketua Asosiasi, Hiroichi Numasaka, Jumat (3/7/2020).

Daerah Hamasaka di Hyogo terkenal dengan pantai yang indah serta onsen (tempat pemandian air panas).

Pemandangan pantainya yang indah di lingkup dataran yang hampir mengelilingi pelabuhan kecil sehingga bagian kota terlindungi dari luapan air seandainya terjadi tsunami.

Baca: Semua Gerbang Tol di Jepang akan Hapus Gerai Kas, Pembayaran Hanya Pakai Kartu ETC

Baca: Survei Jetro: Perusahaan Jepang di Indonesia Minta Pemerintah Mengurangi Pajak Perusahaan

Sebelum daerah tersebut dibuka untuk pariwisata mulai hari ini, upacara ritual dilakukan pendeta Shinto terkenal untuk mengusir roh jahat dan melindungi semua pengunjung.

Lapangan parkir untuk 150 mobil pun mulai dibatasi agar tidak terlalu penuh kunjungan masyarakat pariwisata.

Papan imbauan yang berisi membatasi jarak saat mandi, tak boleh bicara dengan suara keras, larangan berkumpul banyak orang, serta imbauan jaga jarak 2 meter satu sama lain.

Imbauan tersebut dipasang di beberapa tempat di Pantai Hamasaka dengan tulisan dan gambar merah sehingga menarik perhatian.

Kementerian Tanah Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata Jepang di Kasumigaseki.
Kementerian Tanah Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata Jepang di Kasumigaseki. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kita berharap banyak yang datang tetapi juga jangan terlalu penuh sehingga pengamanan kami akan membatasi kunjungan turis nantinya apabila sudah cukup banyak hadir ke sini," lanjutnya.

Pembatasan jumlah orang juga menjadi bagian dari antisipasi penyebaran virus corona.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved