Breaking News:

Virus Corona

400 Perawat di Jepang Mengundurkan Diri Jika Tak Mendapat Bonus Musim Panas

Rumah sakit tidak membayar bonus musim panas pada pertengahan Juni, mengatakan bahwa pendapatan berkurang secara signifikan akibat pandemi corona.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rumah sakit besar di Jepang, Kobe Medical Center Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 400 perawat akan berhenti dari sebuah rumah sakit besar di Jepang, Tokyo Women's Medical University Hospital (TWMUH) yang ada di Shinjuku Tokyo, jika tidak mendapat bonus musim panas.

TWMUH mengungkapkan kepada serikat buruh bahwa mereka tidak akan membayar pembayaran sekaligus (bonus) musim panas.

Penyebabnya adalah penyebaran infeksi virus corona, manajemen menjadi lebih ketat.

Kabar ini membuat para staf kaget sejak Selasa (14/7/2020) kemarin.

"Kita sepakat berhenti apabila bonus musim panas tidak diberikan nantinya dan mungkin ada sekitar 400 orang perawat yang akan melakukannya," kata sumber Tribunnews.com, Rabu (15/7/2020).

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Jepang Minus 4,7 Persen, Perbankan Siapkan 110 Triliun Yen Antisipasi Covid-19

Baca: Taman Hiburan Bernuansa Alam di Jepang Ini Ajak Pengunjung Rasakan Sensasi Terbang

Rumah sakit tidak membayar bonus musim panas pada pertengahan Juni, mengatakan bahwa pendapatan berkurang secara signifikan akibat pandemi corona.

Jumlah rata-rata perawat tahun lalu untuk bonus adalah sekitar 550.000 yen per orang.

Serikat pekerja meminta dewan direksi untuk mempertimbangkan kembali, tetapi banyak perawat mempertimbangkan untuk pensiun karena manajemen yang memburuk.

Jumlah perawat yang berniat untuk pensiun akan menjadi sekitar 400, yaitu sekitar 20 persen dari total termasuk rumah sakit yang berafiliasi di Tokyo.

Rumah sakit ini memiliki lebih dari 1.000 tempat tidur dan merupakan salah satu tujuan transportasi darurat yang ditunjuk oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo.

Rumah sakit besar di Jepang, Kobe Medical Center Jepang.
Rumah sakit besar di Jepang, Kobe Medical Center Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Pemerintah metropolitan Tokyo mengatakan, "Kami belum mengkonfirmasi situasi pada saat ini dan sedang mempertimbangkan langkah-langkah masa depan."

Beberapa warga Tokyo melihat tidak sedikit kasus bermunculan yang dialami TWMUH di masa lampau.

Kali ini apabila banyak perawat yang ke luar, maka diperkirakan hanya ada perawat yang kualitasnya kurang baik akan masuk nantinya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved