Jumat, 17 April 2026

Amerika Versus Venezuela

Alasan Mengapa Banyak Warga Venezuela yang Bahagia saat AS Menangkap Maduro

Banyak warga negara Venezuela di Amerika Serikat (AS) yang bahagia saat Donald Trump umumkan penangkapan Nicolas Maduro.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
HO/IST
PENANGKAPAN MADURO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh operasi militer Amerika Serikat yang bergerak dari sejumlah pangkalan militer AS, Sabtu, 3 Januari 2025. Inilah alasan mengapa banyak warga Venezuela yang bahagia setelah Maduro ditangkap oleh militer AS. 

Ringkasan Berita:
  • Banyak dari warga Venezuela yang berbahagia setelah presiden mereka, Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat (AS), Sabtu (3/1/2026).
  • Penangkapan Maduro ini disambut dengan gegap gempita oleh komunitas diaspora Venezuela di AS.
  • Bagi jutaan orang yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan penindasan politik selama masa kepemimpinan Maduro, momen ini dianggap sebagai akhir dari penantian panjang.

TRIBUNNEWS.COM - Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ternyata disambut bahagia warganya.

Operasi penangkapan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026) itu, telah memicu banyak diaspora Venezuela yang berada di AS, turun ke jalan.

Komunitas diaspora Venezuela di AS menyambut dengan gegap gempita kabar penangkapan Nicolas Maduro.

Di Florida dan New York, pusat populasi warga Venezuela di AS, kerumunan orang turun ke jalan mengibarkan bendera kuning, biru, dan merah.

Bagi jutaan orang yang melarikan diri dari krisis ekonomi dan penindasan politik selama masa kepemimpinan Maduro, momen ini dianggap sebagai akhir dari penantian panjang.

"Setelah semua penderitaan yang kami lalui, termasuk pemilu yang dicurangi, kami sangat bahagia dia akhirnya tertangkap," ujar Johan Brito (30), dikutip dari Bloomberg.

Senada dengan Brito, Mario Rauseo, warga Venezuela-Amerika di Florida, menyatakan rasa leganya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.

"Kami senang Maduro tertangkap, tapi kami harus tetap tenang karena masih ada lingkaran dalamnya yang tersisa."

"Kita perlu melihat bagaimana pemerintahan transisi akan dibentuk," ucapnya.

Meski Maduro telah berada dalam tahanan AS di Manhattan, situasi di Venezuela sendiri masih penuh teka-teki.

Baca juga: Pasca-Penangkapan Maduro, Zelensky Beri Isyarat ke AS untuk Tangkap Putin

Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS tidak berniat menempatkan pasukan pendudukan permanen, namun akan bekerja sama dengan tokoh-tokoh yang tersisa di Caracas untuk menjaga industri minyak dan ketertiban.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, yang kini mengambil alih kendali pemerintahan sementara, mengecam operasi tersebut sebagai tindakan "biadab" dan "penculikan".

Menariknya, Trump menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan Rodríguez guna "memulihkan Venezuela", sebuah langkah yang memicu perdebatan di kalangan oposisi Venezuela yang dipimpin María Corina Machado.

Pemerintah AS menyatakan bahwa fokus utama pasca-Maduro adalah menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang hancur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved