Breaking News:

Kizuna dan Sejumlah Kelompok Yakuza Jepang Mulai Memikirkan untuk Membubarkan Diri

Rencana mereka ingin membubarkan diri, berdiskusi, akhirnya sepakat untuk membatalkan membubarkan diri di tengah kesulitan akibat pandemi Corona.

Foto Kyodo
Pemasangan poster julukan sebagai Gengster Konflik Khusus (GKK) di markas besar Yamaguchigumi di Nadaku Kobe Jepang oleh polisi setempat. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kizuna (perubahan nama dari Ninkyo Yamaguchigumi sejak 12 Januari 2020), yakuza pecahan dari Kobe Yamaguchigumi dipimpin Yoshinori Oda, akhirnya batal membubarkan diri.

"Rencananya Selasa lalu (14/7/2020) pimpinan dan para anggota berkumpul untuk membubarkan Kizuna. Namun pemimpin Oda sendiri tidak hadir," ujar sumber Tribunnews.com, Jumat (17/7/2020).

Para pemimpin saat itu hadir semua kecuali Kepala Kizuna, Oda.

Rencana mereka ingin membubarkan diri, berdiskusi, akhirnya sepakat untuk membatalkan membubarkan diri di tengah kesulitan akibat pandemi Corona.

"Awalnya, para pemimpin mendengar suara kelompok terakhir mengatakan bahwa pembubaran itu menyakitkan, aku tidak bisa melakukannya," tambahnya.

Markas Kudokai di Kokura Kitaku Kita Kyushu, yakuza terbesar di selatan Jepang.
Markas Kudokai di Kokura Kitaku Kita Kyushu, yakuza terbesar di selatan Jepang. (Foto CKB)

Namun beberapa dari mereka memutuskan untuk mendapatkan pekerjaan penuh waktu.

Namun jika seorang yakuza melakukan pekerjaan penuh waktu, para pejabat polisi mengatakan bahwa "itu akan menjadi sumber uang bagi para gangster" dan akan dihancurkan polisi dengan alasan yang konyol.

Maka tidak ada pilihan selain memutuskan ikatan dan berhenti jadi anggota gengster.

Namun, ada "aturan lima tahun". Aturan tersebut mengharuskan mantan anggota Yakuza yang mengeluarkan diri, selama 5 tahun harus bersih-bersih".

Mereka sama sekali tak boleh terlibat apa pun terkait yakuza. Setelah itu bisa menjadi anggota masyarakat biasa.

Baca: Pimpinan Yakuza Jepang Dibunuh, Mulai Hari Ini Markas Ikedagumi Dilarang Digunakan Selama 3 Bulan

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved