Virus Corona
Tentara Israel Hancurkan Pusat Pengujian Virus Corona di Palestina
Tentara Israel menghancurkan pos pemeriksaan keamanan Palestina yang digunakan sebagai pusat pengujian virus corona di Tepi Barat yang diduduki.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Tentara Israel dikabarkan menghancurkan pos pemeriksaan keamanan Palestina yang digunakan sebagai pusat pengujian virus corona di Tepi Barat yang diduduki.
Mengutip dari Middle East Monitor, Senin (20/7/2020), kabar ini disampaikan melalui kantor berita Wafa.
Sebagai catatan, pos pemeriksaan itu didirikan oleh pasukan Keamanan Palestina, selanjutnya digunakan untuk menguji Covid-19 di Tepi Barat.
Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayah tersebut.
Baca: Empat Menteri Luar Negeri Peringatkan Israel tentang Aneksasi Tepi Barat

Baca: POPULER INTERNASIONAL: Palestina Ancam Google dan Apple | Terbongkar Perusahaan Top Glove Malaysia
Baca: Bendera Palestina Berkibar di Tengah Demo Skandal Korupsi Perdana Menteri Israel
Sekira 468 kasus infeksi virus corona dan tiga kematian akibat Covid-19 tercatat di Palestina selama 24 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi, sekira 8.360 kasus aktif dan kematian mencapai 65 jiwa.
Dia menambahkan, sekira 40 pasien saat ini berada di Unit Perawatan Intensif.
Termasuk tiga lainnya dibantu dengan respirator, belum ada laporan pemulihan yang dilaporkan.
Pasukan Israel Melukai Pria Palestina di Kamp Pengunsi Jenin
Lebih lanjut, Wafa juga melaporkan Pasukan Israel juga melukai pria Palestina di kamp pengungsi Jenin.
Narasumber lokal mengatakan, tentara menyerbu Jenin dan kamp pengungsinya pagi hari untuk menangkap para aktivis.
Menurut laporan tersebut, pasukan pendudukan menembak warga Palestina di daerah itu.
Satu orang dilaporkan terluka dibagian kaki.
Baca: Iran Hukum Mati Agen Spionase Amerika dan Israel
Kemudian, dua orang ditangkap sebelum tentara meninggalkan kota dan pos pemeriksaan yang dihancurkan.
Terlepas dari wabah virus corona, otoritas Israel terus menyalahgunakan komunitas Palestina yang paling rentang di Tepi Barat yang diduduki, sebagai bagian dari upaya mengusir mereka dari daerah itu.
Mereka juga kabarnya menganiaya warga Palestina di Yerusalem Timur.
Baca: HNW: Penghapusan Palestina dari Peta Daring Menguatkan Penjajahan Israel
Baca: Google dan Apple Kena Kritik Soal Terhapusnya Palestina dari Peta Online, Singgung Israel
Menurut B’Tselem, bulan lalu, Israel meningkatkan ‘pembongkaran’ di wilayah tersebut.
Sekira 151 warga Palestina, termasuk 84 anak di bawah umur kehilangan tempat tinggal.
Ini terjadi saat dunia menghadapi bahaya penyebaran Covid-19.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)