Breaking News:

Jepang Protes Keras ke China yang Ganggu Wilayah Perairannya Selama 100 Hari Berturut-turut

"Hari ini kapal China masuk lagi perairan Jepang secara ilegal untuk yang ke-100 hari berturut-turut," katanya

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Rabu ini (23/7/2020), tepat 100 hari berturut-turut setiap harinya kapal angkatan laut China mengganggu Jepang masuk ilegal ke wilayah Jepang khususnya menuju kepulauan Senkaku.

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga memprotes keras kelakuan China tersebut.

Baca: Kunjungi Inggris, Menlu AS Mike Pompeo Menyebut Dirjen WHO telah Dibeli China

"Hari ini kapal China masuk lagi perairan Jepang secara ilegal untuk yang ke-100 hari berturut-turut setiap harinya dan kami akan menyatakan protes keras kepada China," papar Sekretaris Kabinet Rabu ini (22/7/2020).

Kapal Penjaga Pantai Jepang di bawah pasukan bela diri Jepang gugus laut (MSDF) setiap hari selalu terus waspada menghadapi masuknya kapal angkatan laut China.

"Bukan hanya sekali, kadang empat kali mondar-mandir memasuki wilayah Jepang secara ilegal," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (23/7/2020).

Menurut Markas Penjaga Pantai Regional ke-11, empat kapal lepas pantai dari Penjaga Pantai China sedang berlayar di perairan yang terhubung tepat di luar perairan teritorial Jepang di lepas Kepulauan Senkaku di Perfektur Okinawa sejak kemarin (22/7/2020) hingga Rabu ini.

Dikatakan bahwa keempat kapal berlayar sekitar 39 kilometer timur laut Pulau Kuba di Kepulauan Senkaku ke sekitar 41 kilometer timur laut pulau pada jam 3:00 sore kemarin hingga kini bolak-balik memasuki perairan Jepang.

Di lepas pantai Kepulauan Senkaku, sebuah kapal dari Departemen Kepolisian Laut China telah berlayar di daerah perairan yang terhubung selama 100 hari berturut-turut pada 22 Juli ini sejak 14 April 2020.

Selain itu, selama periode tersebut menginvasi perairan teritorial dan mendekati kapal nelayan Jepang yang sedang beroperasi, dan terus memperingatkan dan MSDF terus memantaunya, segera mengusirnya dengan pengeras suara.

"Kami sangat serius tentang kegiatan yang sedang berlangsung oleh pihak China, dan memperingatkan pihak China oleh kapal patroli Penjaga Pantai di perairan di lokasi. Kami berulang kali melakukan protes keras melalui rute diplomatik kami," tekan Suga lagi.

Pemerintah, menurutnya, akan terus bekerja secara serius dan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengumpulkan informasi, dan melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan di sekitar Kepulauan Senkaku, berdasarkan kebijakan bahwa wilayah, perairan, dan wilayah udara akan dipertahankan dengan tegas.

Baca: Amerika Serikat Tuduh 2 Warga China Curi Data Vaksin Covid-19

"Pada saat yang sama, kami ingin terus merespons dengan tenang kepada pihak China."

Di Amerika Serikat, dengan tegas berada di posisi Jepang, Kepulauan Senkaku berada di bawah pemerintahan Jepang, dan Pasal 5 Perjanjian Keamanan Jepang-AS menuliskan pula dengan jelas Sengkaku berada di bawah pemerintahan Jepang.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved