Breaking News:

Virus Corona

Amerika Serikat Tuduh 2 Warga China Curi Data Vaksin Covid-19

Mereka juga didakwa memata-matai perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang sedang meneliti Covid-19

Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona - Menristek Bambang Brodjonegoro Ungkap Fakta Penyebab Kasus Virus Corona Tak Kunjung Turun, Apa Itu? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Departemen Kehakiman Amerika Serikat mendakwa dua warga negara China atas peran mereka dalam meretas komputer milik kontraktor pertahanan, peneliti virus corona atau Covid-19 dan ratusan korban lainnya di seluruh dunia.

Pihak berwenang Amerika Serikat mengatakan dua warga China atas nama Li Xiaoyu dan Dong Jiazhi mencuri desain senjata, informasi obat, kode sumber perangkat lunak, dan banyak lagi.

Baca: Hubungan Kedua Negara Memanas, AS Minta China Tutup Kantor Konsulatnya di Houston

Mereka juga didakwa memata-matai perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang sedang meneliti Covid-19.

Dakwaan tidak menyebutkan nama-nama perusahaan atau target individu yang menjadi korban.

Namun dua warga China itu memcuri data hingga terabyte dari komputer di seluruh dunia, termasuk Amerika, Inggris, Jerman, Australia dan Belgia.

tetapi kami pengacara William Hyslop, yang berbicara bersama Demers, mengutip 

"Ratusan korban di Amerika Serikat dan seluruh dunia," ujar pengacara Amerika Serikat, William Hyslop, seperti dilansir Reuters, Rabu (22/7/2020).

Para pejabat mengatakan penyelidikan dipicu ketika peretas masuk ke jaringan milik Hanford site, kompleks nuklir Amerika Serikat yang telah ditutup di negara bagian Washington Timur, pada 2015.

"Li dan Dong adalah  "salah satu kelompk yang paling produktif metetas Amerika Serikat, " kata agen khusus FBI Raymond Duda.

Dakwaan menuduh Li dan Dong bertindak sebagai kontraktor untuk Kementerian Keamanan Negara China, atau MSS, lembaga yang sebanding dengan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, CIA. 

MSS, Jaksa penuntut mengatakan, menyediakan informasi kepada para peretas terkot kerentanan perangkat lunak penting untuk menembus target dan mengumpulkan informasi intelijen.

Termasuk target mereka adalah pengunjuk rasa Hong Kong, kantor Dalai Lama dan lembaga Kristen China.

Baca: Virus Corona yang Menyebar di Italia Datang dari China? Ini Menurut Hasil Penelitian

Pada 27 Januari lalu, ketika wabah corona datang, para peretas mencoba untuk mencuri penelitian vaksin Covid-19 di perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts," bunyi dakwaan.

Perusahaan tersebut sedang meriset kandidat vaksin Covid-19. (Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved