Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Mengapa China Lebih Ingin Trump Menang Pilpres AS Ketimbang Biden

Di bawah pemerintahan Trump, AS telah mundur, Xi telah melangkah maju di berbagai platform multilateral.

DPA/Getty Images/DW
Beijing juga mendesak Washington untuk hormati kebijakan ‘Satu China’. 

Philippe Le Corre, seorang pakar China di Harvard Kennedy School di AS, setuju perpanjangan kebijakan “America first” Trump akan menjadi manfaat jangka panjang bagi Beijing.

Ketegangan AS-China mengambil panggung tengah di PBB karena Trump menuduh Beijing terkait 'wabah' Covid-19.

Di PBB, Xi Jinping mengatakan tidak ada niat China untuk melawan negara mana pun

"(Ini) sebagian memutus hubungan Washington dari sekutu tradisionalnya," tambahnya.

“Dan itu memberi China ruang untuk bermanuver.”

Editor Global Times, Hu Xijin mengatakan, nasionalis China telah secara terbuka bersorak, atau mencemooh Trump.

"Anda dapat membuat Amerika eksentrik dan dengan demikian akan membuat dunia akan makin membenci," ujar Hu Xijin, dalam Twitter.

"Anda membantu mempromosikan persatuan dan solidaritas di China."

Namun   China tidak akan mungkin memenangkan banyak hal, jika Trump kalah dari penantangnya, Joe Biden.

Beijing khawatir  Biden  akan memperbarui kepemimpinan Amerika tentang hak asasi manusia, menekan China pada isu-isu Uighur, Tibet dan kebebasan di Hong Kong.

"Biden kemungkinan akan lebih tangguh daripada Trump pada isu-isu hak asasi manusia di Xinjiang dan Tibet," kata Prof Zhu dari Bucknell University.(AFP/Straits Times)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved