Jumat, 8 Mei 2026

Pasangan Ilmuwan di Balik Vaksin Covid-19 Kolaborasi BioNTech dan Pfizer

Senin lalu, BioNTech dan Pfizer mengumumkan bahwa vaksin untuk Covid-19 yang dikembangkan oleh Dr Sahin dan timnya menunjukkan efektivitas

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
(Felix Schmitt / Contact Press Images-Focus)
Dr Ugur Sahin (kiri) dan Dr Ozlem Türeci (kanan), pasangan yang mendirikan BioNTech 

"Tidak banyak perusahaan di planet ini yang memiliki kapasitas dan kompetensi untuk melakukannya secepat yang kami bisa. Jadi rasanya bukan seperti kesempatan, tapi kewajiban untuk melakukannya, karena saya menyadari kita bisa menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin," tegas Dr Sahin dalam sebuah wawancara bulan lalu.

Setelah BioNTech mengidentifikasi beberapa kandidat vaksin yang menjanjikan, Dr Sahin menyimpulkan bahwa perusahaan akan membutuhkan bantuan untuk uji coba secara cepat, mendapatkan persetujuan dari regulator, dan membawa kandidat terbaik ke pasar.

BioNTech dan Pfizer telah bekerja sama dalam penelitian vaksin flu sejak 2018 lalu.

Kemudian pada Maret 2020, mereka sepakat untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19.

Sejak saat itu, Dr Sahin yang berkewarganegaraan Turki ini menjalin persahabatan dengan Kepala Eksekutif Pfizer Yunani, Albert Bourla.

Keduanya mengatakan dalam sebuah wawancara yang dilakukan baru-baru ini bahwa mereka terikat pada latar belakang yang sama sebagai ilmuwan dan imigran.

Dr Sahin yang berusia 55 tahun itu lahir di Iskenderun, Turki.

Saat berusia 4 tahun, keluarganya pindah ke Cologne, Jerman, kota di mana orang tuanya bekerja di pabrik Ford.

Ia tumbuh besar dan memiliki cita-cita sebagai dokter, kemudian impiannya itu pun menjadi kenyataan setelah menempuh studi di Universitas Cologne.

Pada 1993 silam, ia memperoleh gelar doktor dari universitas itu untuk karyanya tentang imunoterapi pada sel tumor.

Di awal kariernya, Dr Sahin bertemu dengan Dr Türeci yang kini menjadi istrinya.

Saat itu Dr Türeci akhirnya belajar kedokteran.

Dr Türeci, saat ini berusia 53 tahun dan menjabat sebagai Kepala Petugas Medis BioNTech.

Ia lahir di Jerman dan merupakan putri dari seorang dokter Turki yang berimigrasi dari Istanbul.

Pada hari di mana Dr Sahin dan Dr Türeci menikah, keduanya langsung kembali ke lab setelah upacara pernikahan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved