Jumat, 8 Mei 2026

Pasangan Ilmuwan di Balik Vaksin Covid-19 Kolaborasi BioNTech dan Pfizer

Senin lalu, BioNTech dan Pfizer mengumumkan bahwa vaksin untuk Covid-19 yang dikembangkan oleh Dr Sahin dan timnya menunjukkan efektivitas

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
(Felix Schmitt / Contact Press Images-Focus)
Dr Ugur Sahin (kiri) dan Dr Ozlem Türeci (kanan), pasangan yang mendirikan BioNTech 

Di Jerman, di mana imigrasi terus menjadi masalah yang memprihatinkan, kesuksesan dua ilmuwan keturunan Turki itu patut dirayakan.

"Dengan pasangan ini, Jerman memiliki contoh cemerlang dari integrasi yang sukses," tulis situs bisnis konservatif Focus.

Sementara itu, seorang anggota Parlemen, Johannes Vogel, menulis di akun Twitter miliknya bahwa jika semua tergantung pada partai sayap kanan alternatif Jerman, maka tidak akan ada BioNTech Jerman dengan Özlem Türeci dan Ugur Sahin di dalamnya.

"Jika menyerah pada kritik terhadap kapitalisme dan globalisasi, tidak akan ada kerja sama dengan Pfizer. Tapi itu membuat kami kuat sebagai negara imigrasi, ekonomi pasar dan masyarakat terbuka," tegas Vogel.

BioNTech sangat sibuk mengembangkan vaksin, sehingga perusahaan ini belum menyelesaikan detail keuangan dari perjanjian kemitraannya dengan Pfizer.

"Kepercayaan dan hubungan pribadi sangat penting dalam bisnis seperti itu, karena semuanya berjalan begitu cepat. Kami masih memiliki lembar persyaratan dan belum mendapatkan kontrak akhir dalam banyak hal," tutur Dr. Sahin.

Dr Sahin mengaku bahwa ia dan Dr Türeci mengetahui tentang data efektivitas vaksin tersebut pada Minggu malam saat menyeduh teh Turki di rumah mereka.

"Kami merayakannya, tentu saja, itu melegakan kami," pungkas Dr Sahin.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved