Virus Corona
AS Mulai Vaksinasi Covid-19 Paling Lambat 11 Desember 2020
Kepala Upaya Pengembangan Vaksin Covid-19 Amerika Serikat, Dr Moncef Slaouimengatakan, Washington siap memulai vaksinasi dosis pertama.
Penerimaan pasien di rumah sakit dengan Covid-19 meningkat dua kali lipat di AS setelah turun pada bulan-bulan musim panas.
Hingga saat ini, lebih dari 260 ribu orang telah meninggal di AS setelah tertular Covid-19.
Pada Jumat, Pengawal Nasional Texas mengerahkan 36 orang ke El Paso untuk membantu operasi kamar mayat yang kelebihan beban.
Baca juga:Jelang Thanksgiving, CDC Imbau Warga AS Tak Pergi Liburan di Tengah Lonjakan Kasus Infeksi Covid-19
Sementara itu, pejabat negara di seluruh AS memberlakukan pembatasan virus corona dan memperingatkan agar tidak bepergian dan berkumpul untuk liburan Thanksgiving.
Terlepas dari peringatan itu, para pejabat mengatakan, lebih dari satu juta pelancong diperiksa di bandara AS Jumat ini.
Pakar penyakit menular terkemuka di negara itu, Dr Anthony Fauci, pada Minggu menyatakan keprihatinan atas jumlah pelancong.
Dr Faucy mengatakan kepada CBS, orang-orang di bandara "akan membuat kami lebih bermasalah daripada yang kami hadapi saat ini".
Secara terpisah, dia mengatakan, "mungkin 20 juta orang akan dapat divaksinasi" pada akhir tahun ini.
Dr Faucy pun mendesak orang untuk terus mengambil tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus.
Baca juga: Presiden Terpilih AS Joe Biden segera Umumkan Kabinetnya
Baca juga: Biden Isyaratkan segera Umumkan Kandidat Menteri Keuangan Pilihannya
Transisi presiden tertunda
Di luar Pfizer, BioNTech, serta perusahaan AS Moderna, perusahaan Inggris AstraZeneca, yang mengembangkan vaksin dengan Universitas Oxford, mengatakan pihaknya mengharapkan hasil awal pada akhir Desember.
Vaksin itu dilaporkan sangat menjanjikan untuk orang tua.
Prospek satu atau lebih vaksin yang aman dan efektif telah meningkatkan tekanan pada administrasi Presiden Donald Trump untuk secara resmi memulai transisi kekuasaan ke Presiden terpilih Joe Biden.
Biden diproyeksikan sebagai pemenang pemilihan lebih dari dua minggu lalu, tetapi Trump telah menolak untuk menyerah dan memblokir pejabat agensi untuk bekerja sama dengan tim Biden.
Baik Slaoui maupun Dr Anthony Fauci telah menekankan dalam wawancara baru-baru ini perlunya transisi presiden yang lancar untuk memastikan peluncuran vaksin yang cepat.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin-covid-19-korona.jpg)