Breaking News:

Presiden Iran Hassan Rouhani ke Tayyip Erdogan, Iran Berhak Membalas Pembunuhan Fakhrizadeh

Presiden Rouhani menganggap Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan keji dan tindakan tidak manusiawi terhadap Mohsen Fakhrizadeh.

AFP/-
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melambaikan tangan setelah memberikan suaranya pada pemilihan parlemen di tempat pemungutan suara di Teheran. Iran. Jum'at (21/02/2020). Warga Iran mulai memberikan suara dalam pemilihan parlemen yang konservatif diperkirakan akan mendominasi , memanfaatkan kemarahan publik terhadap Presiden konservatif moderat Hassan Rouhani karena ekonomi yang hancur, korupsi dan berbagai krisis. (KHAMENEI.IR/AFP PHOTO/HO/IRANIAN PRESIDENCY) 

TRIBUNNEWS.COM, BEIRUT - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan lewat telepon kepada mitranya dari Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan, Teheran berhak menanggapi pada waktu yang tepat atas pembunuhan ilmuwan nuklir, Mohsen Fakhrizadeh.

Melalui pernyataan kantor kepresidenan Iran, Jumat (4/12/2020), Rouhani menganggap Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan itu, atas kejahatan keji dan tindakan tidak manusiawi yang mereka lakukan.

“Tidak ada keraguan pembunuhan ilmuwan Iran adalah bukti impotensi musuh sejati rakyat Iran, dan balas dendam terhadap martir besar ini terhadap para pelaku pembunuhan ini pada waktu yang tepat adalah hak rakyat Iran, pemerintah Iran," kata Rouhani.

Rouhani berterima kasih kepada Tayyip Erdogan atas solidaritas Turki kepada rakyat Iran, dan kecamannya atas pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh.

Baca juga: Pejabat AS Sebut Israel di Balik Pembunuhan Ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh

Baca juga: Pakar Politik Peringatkan Operasi Palsu Israel Bisa Menjebak Iran ke Konflik Besar

Fakta-fakta yang ditemukan memberi dasar jelas bagi Teheran siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu dan bagaimana pembunuhan itu terjadi.

Rouhani mengatakan Fakhrizadeh, yang dianggap sebagai tokoh kunci dalam program nuklir Teheran, menghabiskan beberapa bulan terakhir hidupnya melawan virus korona.

Ia ikut menyelesaikan penelitian, membuat dan memproduksi perangkat medis serta tes untuk mendiagnosis epidemi.

Rouhani juga menyinggung tentang kesepakatan nuklir yang disepakati antara Iran dan kelompok P5 +1 pada 2015.

Rouhani memberikan perhatian khusus pada pernyataan pemenang dalam pemilihan presiden AS, Joe Biden, mengenai kesediaannya untuk kembali ke kesepakatan yang dibatalkan sepihak oleh Presiden Donald Trump.

Rouhani menambahkan, Iran telah berulang kali mengkonfirmasi mereka akan mematuhi perjanjian nuklir jika pihak lain juga mematuhi tanggung jawab mereka.

Halaman
123
Editor: Setya Krisna Sumarga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved