Breaking News:

Kisah Shema Bocah 7 Tahun yang Bisa Menerbangkan Pesawat, Idolakan Elon Musk

Shema telah terbang sebanyak tiga kali sebagai co-pilot pada Januari dan Maret sebelum pandemi menghentikan semua aktivitas.

REUTERS/ELLYAS BIRYABAREMA
Kapten Graham Shema saat berada di dalam kokpit pesawat Bombardier CRJ900 di Bandara Internasional Entebbe, Uganda. 

TRIBUNNEWS.COM, KAMPALA - Nama "Kapten" Graham Shema mewarnai pemberitaan media massa dan media sosial di Uganda.

Duta besar Jerman dan menteri transportasi negara itu juga telah mengundangnya untuk bertemu.

Shema merupakan seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang menyukai matematika dan sains.

Siswa sekolah dasar itu juga telah menjadi bagian dari peserta pelatihan terbang sebanyak tiga kali, dengan menggunakan pesawat Cessna 172.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona dari Afrika Selatan Ditemukan di Inggris

Baca juga: Menkes Inggris: Varian Virus Baru Covid-19di Inggris Diduga Dari Afrika Selatan

Shema bercita-cita ingin menjadi pilot dan astronot, serta berkeinginan suatu hari nanti dapat bepergian ke Mars.

"Idola saya adalah Elon Musk," kata anak lelaki itu.

"Saya suka Elon Musk karena saya ingin belajar darinya tentang luar angkasa, pergi bersamanya ke luar angkasa dan ingin berjabat tangan."

Suatu hari di Bandara Internasional Entebbe Uganda, seorang instruktur penerbangan meminta Shema menjelaskan cara kerja mesin pesawat Bombardier CRJ9000 yang diparkir di landasan.

Suaranya yang kalah kencang dari deru mesin pesawat yang sedang menyala, Shema menjawab: "Saluran mesin menyedot udara dan menyalurkannya ke kompresor, kompresor meremas udara dengan kipas, setelah meremasnya dengan kipas, mesin itu menjadi panas," kata Shema, dengan bercanda memberi isyarat dan melanjutkan dengan detail proses mesin menciptakan daya dorong.

Shema alami insiden janggal

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved