Breaking News:

Penanganan Covid

Jumlah Warga Terinfeksi Corona Saat Olimpiade Jepang Bisa 1.000 Per Hari Jika Tak Ada Tindakan Ketat

Jumlah warga yang terinfeksi virus corona saat Olimpiade diperkirakan akan sama seperti sekarang jika tindakan ketat tidak diambil pemerintah.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jumlah warga yang terinfeksi corona Juli saat Olimpiade diperkirakan sama seperti saat ini menurut Prof Hiroshi Nishiura, anggota tim peneliti penyakit menular virus Corona Kementerian Kesehatan Jepang dan dosen Universitas Hokkaido. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah warga yang terinfeksi virus corona saat Olimpiade diperkirakan akan sama seperti sekarang yakni di atas 1.000 orang per hari di Tokyo jika tindakan ketat tidak diambil pemerintah sejak dini.

"Jika angka reproduksi efektif turun menjadi 0,88 dalam deklarasi darurat, jumlah orang baru yang terinfeksi akan kurang dari 500 pada akhir Februari. Tetapi jika deklarasi dicabut, akan menjadi lebih dari 1.000 orang terinfeksi lagi di Tokyo pada 14 April 2021 nanti," papar Prof Hiroshi Nishiura, anggota tim peneliti penyakit menular virus corona Kementerian Kesehatan Jepang dan dosen Universitas Hokkaido, yang melakukan simulasi, Rabu (13/1/2021).

Di sisi lain, jika tindakan yang lebih ketat diambil dan jumlah orang yang baru terinfeksi dikurangi menjadi 100 atau kurang, kemunculan kembali dapat ditekan selama sekitar 5 bulan setelah pembatalan.

Oleh karena itu Nishiura memperkirakan saat Olimpiade Juli mendatang jumlah orang yang terinfeksi corona di Tokyo akan meningkat sama seperti saat ini yaitu lebih dari 1.000 orang per hari di Tokyo.

Baca juga: Virus Corona di Jepang Memang Sangat Berbahaya Sekali

"Kalau tidak dilakukan pengetatan, deklarasi darurat siaga satu (PSBB) tidak dilakukan sedikitnya dua bulan sampai dengan Maret, jumlah orang terinfeksi akan segera melonjak lagi di atas 1.000 orang per hari di Tokyo saja dan itu berdampak ke Olimpiade mendatang," ujar dia.

Dr Yasutaka Mizuno, instruktur dan spesialis dari Perkumpulan Penyakit Menular Jepang juga menekankan bahwa tindakan PM Jepang Yoshihide Suga terlambat mengantisipasi penularan corona.

"Tindakan pemerintah lemah dan terlambat dalam mengantisipasi corona. Harus jauh lebih kuat lagi karena ini akan sangat membahayakan masyarakat dalam waktu dekat," kata Mizuno di NTV, Kamis (14/1/2021).

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved